Minggu, 16 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pati
Sunan Maqdum, Penyebar Islam di Parenggan

Pimpin Sembilan Wali Utusan Sultan Turki

08 Mei 2019, 10: 37: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

KHUSYUK: Seorang peziarah sedang berdoa di depan makam Sunan Maqdum.

KHUSYUK: Seorang peziarah sedang berdoa di depan makam Sunan Maqdum. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

PATI - Sayyid Abdurrahman Al Maqdum atau Sunan Maqdum memimpin sembilan wali utusan dari Sultan Turki. Selain untuk berdagang, para wali tersebut juga berdakwah di Malaya, Sumatera, Jawa, Madura, hingga lama di Kabupaten Pati.

Diapit rumah warga di kanan-kirinya, makam Sunan Maqdum itu nyaris tersembunyi. Lokasinya memang berada di tengah kota Kabupaten Pati. Tepatnya di RT 3/RW 1, Kelurahan Parenggan, Kecamatan Pati. Dari Jalan Dr Susanto jaraknya sekitar 100 meter. Masuk gang kecil. Mungkin hanya muat untuk satu mobil.

Makam Sunan Maqdum berada di kawasan makam umum. Dibatasi oleh sebuah bangunan tembok pagar keliling. Di bangunan utama itu, selain makam Sunan Maqdum ada makam lainnya. Ukurannya lebih kecil dari makam Sunan Maqdum yang dikelilingi pagar stainless. Makam tersebut tertutup kain putih. 

(radar kudus)

Sunan Maqdum, menurut versi yang mashur, seperti dikutip dari Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, adalah seorang wali utusan dari Turki. Nama aslinya Sayyid Abdurrahman Al Maqdum. Masih memiliki garis keturunan dengan Nabi Muhammad.

Awalnya, Sunan Maqdum yang juga merupakan seorang pedagang ini, berdakwah di kawasan Semenanjung Malaya, dan di sekitar pulau Sumatera, Madura, dan Jawa. Tugasnya lebih banyak di Pasai, Aceh. Kemudian setelah merasa cukup, Sunan Maqdum pergi ke Pati. Melanjutkan dakwahnya.

Suyuti, juru kunci makam tersebut mengungkapkan, Sunan Maqdum sendiri adalah ketua dari utusan apa yang disebut Walisongo generasi pertama itu. Sunan Maqdum memimpin sembilan tokoh yang masing-masing memiliki spesialisasi sendiri-sendiri itu.

Diantaranya adalah Sayyid Subakir, Maulana Ishaq, Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ahmad Jumadil Qubra, Maulana Ahmad Al Maghrib, Maulana Malik Israil, Maulana Muhamad Ali Akbar, Maulana Hasanudin, dan Maulana Aliyudin. Kedatangannya dalam misi penyebaran agama Islam di nusantara. Sekitar tahun 1404 Masehi.

”Beliau datang dari Hadramaut. Termasuk utusan Sultan Muhamad I. Kiprahnya banyak di daerah Samudra Pasai dan Banten,” kata Suyuti kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sunan Maqdum, lanjut Suyuti, dikisahkan berdagang sambil mengajarkan agama Islam. Sunan Maqdum mengelana dari daerah Pasai di Sumatra, Jawa, dan bahkan sampai Madura.

(ks/aua/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia