Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Tipu Korban Jutaan Rupiah, Polisi Gadungan Diringkus Polisi Beneran

08 Mei 2019, 09: 37: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

DIRINGKUS: Komplotan penipu yang mengatasnamakan Kasat Reskrim Polres Kudus berhasil diringkus. Kini tersangka mendekam di kantor polisi.

DIRINGKUS: Komplotan penipu yang mengatasnamakan Kasat Reskrim Polres Kudus berhasil diringkus. Kini tersangka mendekam di kantor polisi. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

KOTADua pelaku penipuan yang mengaku menjadi ajudan Kasat Reskrim Kudus akhirnya diringkus kepolisian. Selain mengaku jadi polisi, keduanya juga berhasil menipu beberapa orang dengan meminta sejumlah uang untuk menyelesaikan perkara di kepolisian. Karena perbuatannya, pelaku akhirnya diringkus dan diancam hukuman 7 tahun penjara.

Sebelumnya Dua pelaku berinisian RM,36, warga Dawe dan YH, 30, warga Pati mengaku sebagai Kasat Reskrim Kudus pada Januari lalu. Saat itu keduanya menawarkan bantuan kepada korban agar perkaranya diurus. Syaratnya korban harus menyerahkan uang sebanyak Rp 25 juta tunai sebagai biaya administrasi. Korban pun percaya dan memberikan uang di salah satu SPBU di Kudus.

Setelah uang diserahkan, pelaku meminta uang tambahan dengan cara ditransfer. Karena tidak ada kabar kelanjutan, korban itu berinisiatif menghubungi pelaku. Namun nihil. Ternyata nomor pelaku tidak bisa dihubungi.

Korban lalu melapor pihak kepolisian Polres Kudus terkait kebenaran Kasat Reskrim abal-abal itu. Ia kemudian dipertemukan dengan Kasat Reskrim Polres Kudus yang asli. ”Mas sudah pernah bertemu dengan kasat reskrim. Belum pak (jawab korban,Red). Ya saya kasat reskrimynya,” ujar AKBP Rismanto Kasat Reskrim Polres Kudus. Korban pun baru sadar kalau ditipu.

Tersangka terancam pasal 378 KUHP tentang pemakaian nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan. Dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

Sementara itu, RM, salah satu tersangka mengaku baru kali ini ia melakukan penipuan. Ia mengaku, berniat membantu korban. Mengingat korban merupakan kenalan dekatnya. Selain itu, ia juga dijanjikan mendapat komisi dari tersangka.

”Saya cuma mengenalkan. Dari awal kami tidak tahu. Setahu saya cuma kasih nomor hp saja. Sudah. Uangnya dibawa yang lari (oleh tersangka,Red),” akunya. (vah)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia