Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Angka Partisipasi Warga Jepara di Pemilu 2019 Lampaui Target Nasional

07 Mei 2019, 14: 53: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNTAS: KPU Kabupaten Jepara tuntas melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten di Hotel Jepara Indah Minggu (4/5) malam.

TUNTAS: KPU Kabupaten Jepara tuntas melakukan rekapitulasi tingkat kabupaten di Hotel Jepara Indah Minggu (4/5) malam. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

JEPARA - Angka partisipasi pemilih dalam pemilu tahun ini cukup tinggi. Jumlahnya lebih tinggi jika dibandingkan pada Pemilu 2014 lalu. Bahkan, angka partisipasi pemilu kali ini melampaui target nasional.

KPU berharap, partisipasi dalam proses demokrasi ini tak hanya berhenti pada saat pemungutan suara yang berlangsung 17 April lalu. Namun, bisa terus berlanjut dalam partisipasi bentuk lain untuk mewarnai demokrasi secara sehat dan positif.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Jepara Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Muhammadun. Dia mengatakan, angka partisipasi itu diketahui usai rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019, Sabtu (4/5) malam lalu.

Dia menjelaskan, secara nasional target partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 adalah 77,5 persen. Di Jepara, untuk lima jenis pemilihan umum, angka persentasenya melebihi target nasional tersebut.

Untuk pemilu presiden dan wakil presiden (PPWP), angka partisipasi pemilih 83 persen. Pada PPWP, surat suara sah ada 674.280 dan surat suara tidak sah 22.540. Sedangkan daftar pemilih tetap (DPT) di kabupaten Jepara 879.490. Untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) partisipasinya 82,94 persen, DPR RI (82,90 persen), DPRD provinsi (82,91 persen).

Sedangkan untuk pemilihan DPRD kabupaten, dari lima daerah pemilihan (dapil), persentase partisipasinya berbeda-beda. Namun, semuanya di atas 80 persen. Di dapil 1 (Kecamatan Jepara, Karimunjawa, Tahunan, Kedung) partisipasinya 83,60 persen, dapil 2 (Mlonggo, Bangsri, Pakisaji) partisipasinya 82,92 persen, dapil 3 (Kembang, Keling, Donorojo) partisipasinya 80,86 persen, dan dapil 4 (Mayong, Welahan, Nalumsari) partisipasinya 81,34 persen. Partisipasi tertinggi di dapil 5 (Kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, Batealit) dengan 85,34 persen.

Angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 ini, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pada pemilu 2014. Pada pemilu 2014, partisipasi pemilih pada pemilu lagislatif 79,9 persen dan pilpres 73 persen. Perbedaannya, Pemilu 2019 ini berlangsung serentak menggabungkan lima jenis pemilihan dalam satu waktu.

Menurut Muhammadun, angka partisipasi itu bisa dipengaruhi banyak hal. ”Banyak faktor yang mempengaruhi dan ini membutuhkan riset secara akademis. Namun dari sisi pernyelenggara pemilu, sosialisasi ke masyarakat sudah dilakukan sejak tahapan Pemilu 2019 berlangsung sampai menjelang pemungutan suara,” ujarnya.

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia