Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Selama Ramadan, Jam Warkop Dibatasi, Tempat Hiburan Diliburkan

07 Mei 2019, 12: 23: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBATASI: Petugas Satpol PP Rembang saat melakukan operasi dan pendataan di mako usai menyasar di tempat kost maupun hotel wilayah Kabupaten Rembang hari Sabtu (4/5) lalu.

DIBATASI: Petugas Satpol PP Rembang saat melakukan operasi dan pendataan di mako usai menyasar di tempat kost maupun hotel wilayah Kabupaten Rembang hari Sabtu (4/5) lalu. (Satpol PP For RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Satpol PP Kabupaten Rembang bakal menyegel warung kopi yang buka melebihi jam operasional yang ditentukan aturan. Tak hanya itu, tempat-tempat hiburan seperti kafe dan karaoke diliburkan selama bulan Ramadan.

 Untuk jam operasional warung kopi (warkop) diperkenankan buka hingga tutup paling akhir pukul 22.00 malam. Sementara, pemilik usaha karaoke. Selama H-2 sampai H+7 usai lebaran mereka wajib libur.

Termasuk kebijakan ini berlaku bagi pemilik warung makan. Di samping tempat hiburan play station demi menciptakan kondusifitas wilayah. ”Tujuannya tidak lain menghormati umat Muslim yang beribadah,” katanya Kepala Satpol PP Rembang, Waluyo, kemarin (6/5).

Kemudian, fasilitas pariwisata dengan hiburan karaoke. Konsepnya diatur tutup selama bulan Ramadan. Sesuai tahun-tahun sebelumnya diberlakukan H-2 sampai H+7. Hal ini juga berlaku pemilik warung kopi.

Mereka masih diperkenankan buka. Tapi dilarang membunyikan musik dan kegiatan karaoke, pasang tirai penutup, tidak diperkenankan menjual alkohol dan melaksanakan kegiatan yang bersifat pornografi, pornoaksi dan erotisme.

            ”Begitupun arena permainan dan ketangkasan/play station, rumah billiard dan warnet  game online hanya diperbolehkan buka pukul 13.00 sampai 17.00. Tanpa membunyikan musik dan kegiatan karaoke,” terangnya.

Tentunya adanya kelonggaran semacam ini pemilik usaha harus mentaati. Begitupun pengawasan dan penindakan akan dilakukan Satpol PP. Termasuk Dinas terkait  dibantu Polres secara berkala melakukan patroli.

”Kami akan monitoring. Ketika melanggar komitmen akan diberikan sanksi. Karena sudah menjadi hasil keputusan bersama antara Pemda, aparat keamanan dan ormas islam,” tegasnya sembari membacakan Instruksi Bupati Rembang nomor 300/1381/2019, tentang pengaturan kegiatan operasional usaha pariwisata dan jenis usaha lainnya sudah disosialisasikan.

Sebelumnya hari Sabtu lalu Satpol PP Rembang melakukan operasi di hotel-hotel dan rumah kost dalam menghadapi Ramadan. Setidaknya delapan pasangan bukan suami istri terjaring dalam operasi gabungan dengan Polres Rembang dan Kodim 0720/Rembang.

Mereka terjaring di Kos Utomo, HR dan Bunok (Kelurahan Magersari), Hotel Kencana, Hotel Perdana, Rumah Kos Joglo (Mbesi). Mereka yang terjaring rata-rata sudah dewasa. Bahkan hingga Senin kemarin masih ada yang di BAP satu pasang.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia