Kamis, 20 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Duh, Puluhan Desa di Rembang Belum Ajukan Pencairan Dana Desa Tahap I

07 Mei 2019, 11: 51: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

Duh, Puluhan Desa di Rembang Belum Ajukan Pencairan Dana Desa Tahap I

KOTA – Sebanyak 52 desa dari 9 kecamatan di Rembang belum mengusulkan pencairan Dana Desa tahap pertama. Padahal, saat ini sudah memasuki bulan kelima. Bahkan, seharusnya pihak desa sudah bisa mengusulkan pencairan tahap kedua pada Maret lalu.

Adapun dari 14 kecamatan, baru tiga di antaranya yang seluruh desanya sudah melakukan proses pengusulan Dana Desa hingga cair. Ketiganya yakni Kecamatan Sale, Sumber, Sedan. Sementara, yang masih dalam proses pencairan dan belum mengusulkan sama sekali tersebar di kecamatan lain.

Dari sembilan kecamatan itu, pemdes paling banyak belum mengajukan pencairan ada di Kecamatan Kota Rembang, yakni 12 desa. Disusul Kecamatan Pancur dan Pamotan dengan masing-masing 10 desa, lalu Kragan dan Sluke masing-masing 6 desa, Lasem 4 desa, Kaliori dan Gunem 2 desa, dan Sarang 1 desa.

Sementara itu, desa yang sudah mengajukan pencairan, namun prosesnya masih berada di BPPKAD (Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset Daerah) ada 42 desa. Masih banyaknya desa yang belum mengajukan itu tentu harus menjadi perhatian tersendiri mengingat waktu pencairan tahap I hanya sampai bulan depan minggu ketiga.

Tidak hanya Dana Desa (DD), anggaran lain yakni Alokasi Dana Desa  (ADD) yang seharusnya bisa diusulkan bersamaan dengan DD juga masih banyak yang belum mengajukan. Jumlahnya pun sama, 52 desa. Sebab, biasanya pengajuan kedua asal anggaran itu berbarengan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Rembang Sulistiyono mengungkapkan, selain dua sumber anggaran tersebut, masih ada Banprov dan Bankeu kabupaten. Namun, saat ini yang menjadi fokus yakni ADD dan DD.

”Prosesnya kalau DD dan ADD kan dari bulan Januari. Kalau Banprov itu kemarin itu juga prosesnya baru klir (selesai) bulan Maret atau April. Sehingga ada proses pengajuan, diverifikasi, baru direalisasikan,” paparnya kemarin.

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia