Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Kuat Nahan Nafsu, Pria Ini Cabuli Gadis 13 Tahun hingga Melahirkan

07 Mei 2019, 11: 19: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

PREDATOR ANAK: Tersangka pencabulan gadis di bawah umur dibekuk Polres Kudus.

PREDATOR ANAK: Tersangka pencabulan gadis di bawah umur dibekuk Polres Kudus. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

KOTASeorang lelaki berinisial N, 49, diringkus Polres Kudus lantaran menyetubuhi tetangganya yang masih di bawah umur hingga hamil dan melahirkan. Dengan alasan istri N terkena penyakit gula. Tersangka mengaku nekat menyetubuhi anak berusia 13 tahun itu. Karena perbuatannya, tersangka diancam hukuman 15 tahun. Dengan denda maksimal Rp 5 miliar.

N bersaksi, saat kejadian situasi rumah korban yang sepi. Hal itu dimanfaatkan N untuk beraksi. Melihat korban sedang asyik nonton televisi, ia pun mengeluarkan rayuan dan menyetubuhi korban. Berdasarkan pengakuan tersangka, tidak ada paksaan ketika hendak melakukan persetubuhan. ”Tidak saya imingi apa-apa. Saya dekati lalu saya kencani. Cuma setelah kejadian itu, saya kasih uang Rp 20 ribu,” ungkapnya.

Kini N menyesali perbuatannya itu. Ia juga tak tau alasan kenapa mencari korban anak-anak. Ditanya bagaimana jika anaknya sendiri yang menjadi korban, ia hanya menjawab sedih. ”Saya menyesal sekali,” ungkapnya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim Polres Kudus, AKBP Rismanto mengatakan, kejadian ini mulai April hingga Juni 2018 lalu. Karena perbuatan tersangka, korban yang masih di bawah umur itu mengandung dan kini telah melahirkan.

Satopo mengaku, kejadian ini diketahui setelah korban merasakan sakit perut. Keluarga pun membawa korban ke tukang pijat. Karena curiga perut korban membesar, korban pun dibawa ke Puskesmas. Ternyata benar, korban sedang hamil.

”Pelaku mencabuli korban dengan iming-iming uang antara Rp 20 ribu dan Rp 10 ribu. Pencabulan itu dilakukan hingga lima kali. Dari perbuatan tersebut korban saat ini sudah melahirkan,” ujar Rismanto.

Karena perbuatannya, tersangka terjerat pasal 81 undang undang nomor 17 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016. Tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun denda paling banyak 5 milyar. (vah)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia