Jumat, 23 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Haizul Ma’arif vs Imam Zusdi Ghozali Berebut Kursi Ketua DPRD Jepara

07 Mei 2019, 10: 09: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

Haizul Ma’arif (kiri) dan Imam Zusdi Ghozali (kanan)

Haizul Ma’arif (kiri) dan Imam Zusdi Ghozali (kanan) (dok pribadi)

Share this      

JEPARA – Kursi ketua dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Jepara hampir dipastikan milik Partai Persatuan Pembangunan. Pasalnya berdasarkan prediksi perolehan suara, PPP meraih sepuluh kursi. Tertinggi di antara partai lain. Ada dua nama yang santer bakal mengisi kursi pimpinan dewan dari PPP. Keduanya adalah Imam Zusdi Ghozali dan Haizul Ma’arif.

Dua nama ini digadang-gadang berpotensi mewakili PPP sebagai unsur pimpinan dewan. Imam adalah caleg dari dapil 3 (Kembang, Donorojo, Keling). Sebagai petahana, ia juga masih aktif sebagai wakil ketua DPRD Jepara periode 2014-2019. Sedangkan di struktural partai, Imam berkedudukan sebagai wakil ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jepara.

Bekal pengalamanannya di dewan sebagai wakil dan unsur pengurus harian ini menjadi alasan Imam berpotensi bisa mengisi kursi pimpinan dewan. Namun dari sisi perolehan suara perorangan ia kalah dengan perolehan suara Haizul Ma’arif. Haizul Ma’arif yang bertarung di dapil 4 (Mayong, Welahan, Nalumsari) menjadi caleg PPP dengan perolehan suara tertinggi. Suaranya mencapai 9.444.

Perolehan suara tertinggi ini juga menjadi peluang menantu Bupati Jepara Ahmad Marzuqi ini untuk melenggang menjadi pimpinan dewan. Hanya saja secara struktural, ia tidak menjabat sebagai pengurus harian partai. Haiz –sapaan akrabnya- juga tercatat sebagai pendatang baru di kancah perpolitikan Jepara.

Penentuan siapa yang mengisi kursi pimpinan dewan ini menjadi kewenangan pusat. Jika pertimbangan pengalaman dan jabatan struktural partai, Imam berpeluang besar. Namun jika pengurus PPP pusat mempertimbangkan suara tertinggi, maka menantu bupati yang bakal mengisi kursi pimpinan.

Saat dimintai peluangnya itu, Haiz tidak banyak berkomentar. Ia hanya menyampaikan rasa syukurnya atas raihan PPP yang kemungkinan besar menjadi partai pemenang di Kota Ukir. Sedangkan terkait siapa yang diberi amanah menjadi pimpinan dewan dari PPP, ia menyerahkannya kepada pengurus pusat.

“Yang terpenting perolehan kursi partai kita amankan. Untuk pimpinan dewan ikuti saja alur dan prosedur mulai dari cabang, wilayah, sampai pusat,” tuturnya.

Seperti diketahui, PPP berhasil menguasai lima daerah pemilihan di Kota Ukir dengan sepuluh kursi. Tiap dapil dua kursi. Perolehan ini meningkat satu kursi dari Pemilu 2014.

Sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kursi yang sebelumnya mendapatkan sepuluh kursi, berkurang menjadi delapan kursi. Tiga dapil berhasil meraih dua kursi tiap dapil. Sedangkan dua dapil masing-masing satu kursi. Dua kursi yang berhasil diamankan PDIP ada di dapil 1, 2, dan 5. Sedangkan satu kursi masing-masing diamankan PDIP di dapil 3 dan 5.

Dengan prediksi perolehan ini, Taman Sari yang sebelumnya dikuasai partai berlambang banteng, pada pemilu tahun ini giliran partai berlambang Ka’bah yang berkuasa di Taman Sari. Di tempat ketiga, disusul Partai Nasdem yang meraih tujuh kursi. Capaian ini meningkat dua kursi dari pemilu sebelumnya yang hanya mengamankan lima kursi. Di bawah Nasdem ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang membuntuti dengan enam kursi. Artinya posisi empat besar diisi oleh PPP, PDIP, Nasdem, dan PKB.

Partai Gerindra yang sebelumnya masuk empat partai dengan kursi terbanyak mengalami penurunan perolehan kursi. Pada 2014 lalu Partai Gerindra berhasil mendapatkan delapan kursi. Sedangkan tahun ini diprediksi hanya dapat lima kursi. Atau berkurang tiga kursi dari pemilu sebelumnya.

(ks/zen/war/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia