Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Razia Hotel, Petugas Gabungan Amankan 11 Pasangan Mesum dan Obat Kuat

04 Mei 2019, 09: 57: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

DIGEREBEK PETUGAS: Gabungan petugas melakukan operasi penyakit masyarakat di hotel sepanjang jalan lingkar Kudus menjelang bulan suci ramadan kemarin.

DIGEREBEK PETUGAS: Gabungan petugas melakukan operasi penyakit masyarakat di hotel sepanjang jalan lingkar Kudus menjelang bulan suci ramadan kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

JATI Sebanyak 11 pasangan bukan suami istri yang tengah asyik ngamar terjaring razia gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus kemarin. Pasangan yang didominasi pemuda ini ditangkap di tempat yang berbeda. Tak hanya itu salah satu dari mereka juga membawa obat kuat. Obat itu langsung diamankan petugas.

Plt Kabid Penegakan Perda Fariq Musthofa mengatakan, dalam razia gabungan yang dilakukan dengan Polres Kudus dan Kodim 0722 Kudus menyisir beberapa hotel yang ada di Kabupaten Kudus.

Seluruh hotel yang ada di sepanjang Jalan Lingkar Barat Kudus semuanya menjadi target operasi penyakit masyarakat ini. Hotel yang dimaksud diantaranya Hotel Majesty, Hotel Chotin, Hotel Permata, Hotel Star, Hotel Jogja, Hotel Surya Kencana, Hotel King’s, Hotel D’java, dan Hotel Jati Asri. 

”Kali ini kami melakukan operasi penegakan perda Nomor 8 Tahun 2015 tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) dan Perda Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pajak Hotel,” kata Fariq saat ditemui di kantor Satpol PP Kudus kemarin.

Tak hanya hotel yang berada di sepanjang Jalan Lingkar Barat saja. Tim operasi gabungan penegakan perda ini juga menyisir sejumlah hotel lainnya. Seperti hotel Mahkota dan Hotel Poroliman. Dari sejumlah hotel yang menjadi target operasi itu, tiga hotel didapati sejumlah pasangan yang sedang ngamar dan tidak bisa menunjukkan bukti pasangan suami istri.

”Ada 6 pasangan di hotel Majesty, 4 pasangan di hotel Poroliman dan 1 pasangan di hotel D'Java,” jelas Fariq.

Tak hanya pasangan mesum yang sedang ngamar saja. Dalam razia yang digelar mulai pagi itu juga mengamankan dua perempuan yang sedang menginap di hotel D'Java. Meskipun mereka hanya sendiri di dalam kamar, namun petugas berhasil menemukan puluhan obat kuat yang dibungkus dalam plastik dan tisu magic di dalam kamarnya. Dua perempuan tersebut masing-masing berinisial DM, warga Wonosalam, Demak dan DR warga Gembong, Pati

”Dimungkinkan mereka habis atau akan menerima tamu. Karena barang bukti ada, kami juga bawa ke Kantor Satpol-PP untuk dibina,”  lanjutnya.

Sebelum digelandang ke Kantor Satpol-PP Kudus, identitas mereka disita sementara oleh petugas untuk keperluan pendataan. Terkait sanksi yang diberikan saat ini hanya sebatas pembinaan. Namun, ketika mereka mengulanginya lagi, pihaknya tak segan akan menjatuhkan sanksi yang lebih berat.

”Kalau tertangkap pertama, kami lakukan pembinaan. kami juga minta mereka buat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi. Tapi ketika nanti mereka melakukannya lagi kami akan panggil pasangannya atau orangtuanya,” ujarnya.

Ke depan, razia penyakit masyarakat ini akan digelar bukan hanya saat jelang Ramadan saja. Namun akan dilaksanakan rutin setiap bulan. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia