Senin, 17 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Belajar Lagu Islami ketika Melatih Siswa

04 Mei 2019, 07: 18: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

Zakiyatun Nikmah

Zakiyatun Nikmah (Dok. Pribadi)

BERPROFESI sebagai guru tidak menghalangi Zakiyatun Nikmah mengembangkan bakatnya menyanyi. Arahnya bukan lagu pop ataupun rock. Tapi lebih bernuasa Islami. Hasilnya bukan sekadar menyalurkan bakat, namun juga mengantarkan anaknya berbagai prestasi.

Nikmah begitu sapaanya mengaku kemampuan menyanyi dimiliki sejak kecil. Untuk jenis lagu yang disukai dangdut dan pop. Alasannya simpel, kedua jenis lagu ini mudah dipahami baik lirik dan isinya.

”Kalau ngajar tetap. Hanya hobi saja, kebetulan tidak pernah les privat. Belajar secara otodidak, akhirnya bisa menikmati,” pengakuan guru kelahiran Rembang 30 Maret 1987 ini.

Buktinya ketika mendengarkan lagu seringkali mengikuti. Terkait belajar lagu Islami hal ini cukup unik. Nikmah mengaku baru belajar ketika melatih siswa untuk lomba menyanyi tunggal dan Hadroh.

Guru yang beralamat di Desa Tuyuhan, Pancur, tertantang ikut bisa nyanyi. Alhasil bisa menyesuaikan. Ia berhasil melatih siswa menjadi juara di berbagai perlombaan tingkat kabupaten hingga karesidenan.

”Memang cukup melelahkan. Pasalnya tidak hanya hafal lagu atau suara bagus, tapi harus bisa menikmati lagu itu sendiri. Dan menyesuaikan lirik lagu sedih, senang, dan lain-lain,” pengakuannya

Lebih-lebih soal hadroh musik klasik. Jadi tingkat kesulitannya beda. Karena menyesuaikan makhroj lagu qosidah islami. Demikian kerja keras dalam mengambil peran di situ. Saat ini mampu dipetiknya.

Setiap kali dampingi anak didik selalu juara. Beberapa kali juara I hadroh dan juara II menyanyi tunggal tingkat kecamatan tahun 2018. Tahun ini naik level, juara I hadroh kabupaten dan menyanyi juara III kabupaten.

”Alhamdulillah grup kami Avila, saat perform di Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Rembang, (M3R) Rembang juara satu hadroh tingkat karesidenan,” bangganya.

(ks/noe/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia