Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Bacakan Amanat Kakor Lantas, Bupati: Pelanggaran Lalin Naik 49 Persen

01 Mei 2019, 10: 42: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGECEK: Bupati Pati Haryanto memimpin apel gelar pasukan ops keselamatan 2019 di halaman Mapolres Pati Senin (29/4) kemarin.

MENGECEK: Bupati Pati Haryanto memimpin apel gelar pasukan ops keselamatan 2019 di halaman Mapolres Pati Senin (29/4) kemarin. (DOK POLRES PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Operasi Keselamatan Lalu lintas Candi 2019 diselenggarakan 14 hari mulai Senin (29/4) kemarin hingga 14 Mei nanti. Ops Keselamatan Lalin Candi ini dilakukan pascapemilu dan sebelum Ramadan. Salah satunya untuk mengurangi permasalahan lalin seperti pelanggaran lalu lintas yang meningkat.

Bupati Pati Haryanto saat membacakan amanat Kakor Lantas mengatakan, data pelanggaran lalin 2018 naik 49 persen dan teguran naik 7 persen. Sementara itu angka kecelakaan turun 26 persen dan korban akibat kecelakaan serta kerugian materi juga turun. Untuk mengatasi permasalahan itu perlu adanya budaya tertib berlalu lintas.

“Ops keselamatan lalin candi 2019 diselenggarakan selama 14 hari kedepan. Sebelumnya, dilakukan gelar pasukan dilaksanakan pascapemilu 2019 dan menjelang Ramadhan. Untuk mengetahui kesiapan personel dan sarapan pendukung dalam pelaksanaan operasi keselamatan lalin candi,” jelasnya.

Dengan kesiapan personel dan sarana prasarana, harapannya operasi tersebut bisa berjalan dengan maksimal dan sesuai dengan tujuan yang telah ditargetkan. Ratusan personel yang dilibatkan sudah siap. Selain itu sarana prasarana seperti kendaraan, peralatan, dan lainnya sudah dicek.

Ia menambahkan, dari berbagai pelanggaran, ops keselamatan candi tahun ini diprioritaskan tujuh pelanggaran lalu lintas. Ketujuh prioritas itu adalah tidak menggunakan safety belt, menggunakan ponsel saat mengemudi, menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol, melawan arus lalin, berkendara di bawah pengaruh alkohol atau narkotika.

“Selain itu mengemudikan kendaraan di bawah umur, menggunakan bahu jalan yang bukan peruntukannya, serta melebihi batas kecepatan maksimal. Dengan sasaran itu, bisa mengurangi laka lantas, menurunkan tingkat fatalitas korban laka, dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di jalan,” tegasnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia