Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Polres Grobogan Layani SKCK Online, Begini Prosedurnya

25 April 2019, 14: 13: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

LAYANI ONLINE: Bripda Rika Melani Bamin SKCK Polres Grobogan menunjukkan proses pendaftaran SKCK Online untuk memudahkan warga masyarakat meminta keterangan SKCK.

LAYANI ONLINE: Bripda Rika Melani Bamin SKCK Polres Grobogan menunjukkan proses pendaftaran SKCK Online untuk memudahkan warga masyarakat meminta keterangan SKCK. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI – Pembuatan SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian, yang dulu lebih dikenal dengan nama Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB), kini bisa dibuat secara online. SKCK yang berisikan tentang catatan seseorang yang terdapat dalam data kepolisian bisa dibuat di Polres dan Polsek.

SKCK untuk menerangkan ada atau tidak adanya catatan seseorang yang bersangkutan dalam kegiatan kriminalitas atau kejahatan. SKCK diperlukan untuk berbagai urusan kelengkapan syarat administrasi mulai dari pelengkap persyaratan administrasi untuk mengikuti rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), melamar pekerjaan, pendaftaran sekolah di dalam maupun ke luar negeri, pencalonan diri sebagai pejabat dan lain sebagainya.

”SKCK hanya berlaku selama 6 bulan sejak tanggal diterbitkan dan bisa diperpanjang jika memang diperlukan. Jika sudah habus bisa mengurus perpanjangan SKCK,” kata Kasat Intel Polres Grobogan AKP Antonius Wiyono  melalui  Iptu Sutikno SH KBO Sat Intelkam Polres Grobogan.

Dikatakan, mengurus SKCK kini bisa offline dan online. Untuk offline, pembuatan SKCK hanya bisa dilakukan secara manual di Polsek atau Polres setempat. Prosesnya pun kurang dari 30 menit dan sudah legalisir, dengan catatan semua dokumen yang dipersyaratkan sudah lengkap. Sementara untuk mengurus SKCK online, dapat mengunjungi website resmi polri https://polri.go.id. pilih pelayanan SKCK.

Persyaratan yang diperlukan untuk proses pengurusan SKCK sudah mendapatkan surat pengantar dari Kelurahan dan rekomendasi Kecamatan. Sebelum mengurus SKCK  bisa melengkapi persyaratan Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM). Fotokopi Kartu Keluarga (KK). Fotokopi akta kelahiran/surat kenal lahir/ijazah terakhir.Pas foto 4x6 berlatar/background merah sebanyak 3 lembar.

”Lalu buka laman resmi Polri.go.id. Isi formulir,” terang dia.

Sementara itu, untuk keperluan melamar pekerjaan, kelengkapan administrasi PNS/CPNS, dan pembuatan visa atau keperluan lain yang bersifat antarnegara bisa langsung datang ke Polres (tingkat Kabupaten/Kota), dan bukan membuat SKCK di Polsek.

Persyaratan yang diperlukan untuk membuat SKCK secara online sama. Perbedaannya hanyalah semua harus dalam bentuk file digital berupa hasil scan dokumen-dokumen seperti yang disyaratkan dalam pembuatan SKCK secara konvensional (manual).

”Dokumen-dokumen dalam bentuk hardcopy (fotokopi) nantinya juga diperlukan untuk verifikasi dalam pengambilan SKCK di Polres atau Polda setempat,” ujarnya.

Sementara untuk biaya Pembuatan SKCK 2019. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP)  Nomor 60 Tahun 2016 tentang Tarif dan Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengubah sejumlah tarif/biaya yang dimasukkan ke kas Negara, termasuk biaya pembuatan SKCK. Biaya SKCK di seluruh wilayah di Indonesia yang semula Rp10.000, sejak 6 Januari 2017 naik menjadi Rp 30.000.

”Untuk SKCK perpanjangan Rp 30 ribu  dan untuk warga negara asing dikenakan Rp 60 ribu. Setelah SKCK jadi bisa legalisir SKCK agar praktis dan tidak bolak-balik lagi ketika butuh SKCK, langsung saja fotokopi beberapa lembar SKCK (sesuai keperluan), lalu serahkan fotokopi tersebut di bagian legalisir SKCK (Biaya Legalisir SKCK Gratis),” tandasnya.

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia