Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Features
Mayor Siti Musiana, Kowal Pertama asal Jepara

Terinspirasi RA Kartini, Awalnya Gagal Gabung Kowad

24 April 2019, 11: 57: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

Mayor Siti Musiana

Mayor Siti Musiana (Dok. Pribadi)

Sebagai perempuan asli Jepara, Mayor Siti Musiana sangat mengagumi sosok RA Kartini. Sosok itu pulalah yang menginspirasinya untuk ambil peran dan mengabdikan diri pada negara. Kini, dia tergabung dalam Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal). Dia merasakan berbagai pengalaman sebagai Kartini laut pertama asal Jepara.

 FEMI NOVIYANTI, Jepara

 AWALNYA Mayor Siti Musiana berkeinginan menjadi TNI AD/Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat). Namun dia gagal. Nasib justru menuntunnya masuk di pendidikan TNI AL/Kowal (Korps Wanita Angkatan Laut). Dia bahkan tercatat sebagai Kowal pertama asal Jepara.

Perempuan kelahiran Jepara, 7 November 1965 ini menceritakan, sejak kecil dia memang berkeinginan untuk mengabdi kepada negara meneruskan perjuangan orang tuanya yang merupakan veteran TNI AD.

Selepas lulus SMA pada 1984 silam, dia kemudian mendaftar sebagai TNI AD/Kowad. Namun pada saat itu gagal. ”Saya pulang dengan perasaan sangat kecewa. Di perjalanan pulang di dalam bus saya bertemu seorang bapak. Dia menyapa saya dan bertanya kenapa kelihatan sedih. Saya ceritakan kalau saya gagal masuk Kowad. Orang tersebut memberi nasehat agar saya masuk TNI AL dengan alasan lebih cocok di TNI AL,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Saat itu, SMA Pemda Bangsri mengaku masih asing dengan Kowal. Dia hanya tahu mengenai Polwan dan Kowad. Meski begitu dia tetap mencoba. Pada 1985, saat ada seleksi masuk Bintara TNI AL pria/wanita, dia mendaftar di Lanal Semarang.

Dari 100 orang perempuan yang mendaftar di Jawa Tengah, 16 orang dinyatakan lulus tingkat daerah. Kemudian dilanjutkan ke Malang bersama dengan calon dari wilayah barat dan wilayah timur untuk menjalani seleksi selanjutnya. Dari 55 orang dinyatakan lulus 20 orang. ”Alhamdulillah Jawa Tengah lulus lima orang termasuk saya. Kami kemudian menjalani pendidikan bersama yang lolos dari kalangan pria. Saya menempuh pendidikan Dikcaba Milsuk IV/1985 dan Dikcapareg XXXI/ 2000,” ungkapnya.

Dengan diterimanya menjadi bintara TNI AL/Kowal, banyak pengalaman baru yang didapatkannya. Dia sempat bertugas di beberapa tempat.

Mengenai salah satu tugasnya yang berkesan, perempuan asal Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara, ini menyatakan, saat menjadi pramugari VIP dengan pesawat TNI AL. Saat menjalankan tugas itu, dia mengaku bisa keliling Indonesia. ”Juga saat menjadi pramugari haji Indonesia. Rasanya sangat berkesan,” ujarnya.

Mengenai sosok inspirasinya, Mayor Siti Musiana menyatakan, tak lain dari pemikiran-pemikiran RA Kartini. ”Sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepantasnya kita dapat menghargai apa yang telah diperjuangkan oleh RA Kartini dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan menjunjung tinggi hak-hak kaum perempuan. Juga menjadikan perempuan sebagai subjek, bukan hanya sebagai objek,” tuturnya.

Dia menuturkan, sudah saatnya Kartini masa kini mencatatkan dirinya sebagai pelaku emansipasi yang mampu mengambil peran demi terciptanya bangsa Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.  ”Tanpa harus menghilangkan hakikat dan kodratnya sebagai seorang perempuan. Semoga cita-cita dan spirit Kartini selalu tertanam dalam hati seluruh masyarakat Indonesia dan selalu menjadi penerang dalam memajukan apa yang telah beliau perjuangkan,” katanya.

Sebagai Kowal pertama asal Jepara, dia berharap agar generasi muda khususnya kaum perempuan mengikuti jejaknya sebagai Kowal. ”Semua bisa diraih kalau kita mau sungguh-sungguh. Terbukti saya bisa lolos dan menjadi taruni AL angkatan pertama asal Jepara,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia