Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Hasil Pemilu Ulang di TPS 16 Welahan Ditemukan Penyusutan Suara

23 April 2019, 15: 41: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

DIULANG: Pemungutan suara ulang di TPS 16, Desa/Kecamatan Welahan, Jepara, Sabtu (20/4) lalu.

DIULANG: Pemungutan suara ulang di TPS 16, Desa/Kecamatan Welahan, Jepara, Sabtu (20/4) lalu. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Hasil rekap perolehan suara di salah satu TPS di Jepara diduga terjadi penyusutan suara. Dugaan tersebut berdasarkan temuan dan hasil penghitungan jumlah suara dari form C 1 milik para saksi.

Salah satu relawan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan terdapat penyusutan suara pada salah satu partai di TPS wilayah Jepara. Hingga kemarin pihaknya masih melakukan penelusuran. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Temuan tersebut terdapat di TPS 3 Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, Jepara. Jumlah suara partai tertentu seharusnya 18 suara. Namun di kolom jumlah tertulis delapan. Terjadi penyusutan 10 suara. Jumlah suara tersebut memiliki rincian satu partai dapat satu. Caleg nomor urut 1 dapat 14 suara. Nomor urut dua, satu suara. Nomor urut tiga, satu suara. Dan caleg nomor urut lima, satu suara.

Selain penyusutan suara, juga ditemukan penggelembungan suara pada salah satu partai. Seharusnya, jumlah suara sah partai dan calon 24. Namun tertulis 66. “Kami masih merekap form lain yang ada indikasi serupa,” katanya.

Usai perekapan, pihaknya akan menindaklanjutinya dengan berkomunikasi dengan Bawaslu maupun KPU Jepara. Supaya ada kepastian kebenaran data perolehan suara. Apakah ada unsur human error, salah input, atau karena faktor lain. Sehingga rekapitulasi tersebut tidak merugikan partai tertentu.

Pihaknya berharap, temuan tersebut bisa menjadi pencermatan pihak terkait. Meskipun temuan sementara hanya 10 suara tapi jika terjadi di banyak TPS juga akan terakumulasi cukup banyak. Hal ini lah yang menjadi kekhawatiran partai tertentu mengalami kerugian.

“Jika memang ada kesalahan harapan kami segera ada penjelasan. Apa penyebabnya. Lalu bagaimana solusinya. Agar suara yang diperoleh berdasarkan hitung manual surat suara sesuai dengan jumlah yang tertulis di C1. Jangan sampai jumlah di kolom caleg sesuai tapi kolom jumlah berkurang,” tandasnya.

Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko mengatakan jika ada temuan selisih, parpol maupun masyarakat bisa menyampaikan ke Bawaslu Jepara. Hingga kemarin belum ada laporan masuk. Menurutnya, belum adanya laporan ini karena proses rekapitulasi di tingkat kecamatan juga masih jalan.

“Partai biasanya sudah punya  C1. Mestinya C1 saksi parpol dibawa ke rekapitulasi di kecamatan sebagai bahan pleno. Sehingga kalau ada perbedaan bisa diajukan keberatan di pleno tersebut. Pembuktian apabila terdapat perbedaan dapat membuka plano atau hitung ulang,” jelasnya.

 Sementara itu pemungutan suara ulang (PSU) yang digelar di TPS 16 Desa Welahan berlangsung lancar Sabtu (20/4) lalu. Tak sebagaimana sebelumnya proses di TPS tersebut dituntaskan. Mulai dari pemungutan suara hingga penghitungan jumlah suara.

Untuk presiden dan wakil presiden, di TPS 16 Desa Welahan itu pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin berhasil unggul. Mereka meraih suara dengan persentase mencapai 83,4 persen dari total suara yang masuk.

Diberitakan sebelumnya PSU di TPS 16 Desa/Kecamatan Welahan dilakukan lantaran terjadi kesalahan prosedur administrasi dalam penggantian ketua Kelompok Penyelenggara Pemilu (KPPS). Ini berimplikasi pada status tidak sahnya surat suara.

Kejadian bermula saat pemilih mencoblos di TPS tersebut sampai dengan pukul 13.00. Dari daftar pemilih tetap ada 261 pemilih dan yang hadir mencoblos ada 212 pemilih. Namun, menjelang waktu pemungutan suara berakhir, ada laporan dari masyarakat bahwa pihak yang menyelenggarakan pemungutan suara di TPS 16 itu bukan ketua KPPS yang sesuai di surat keputusan (SK).

Komisioner KPU Kabupaten Jepara, Muhammadun mengatakan, untuk penghitungan Pilpres di TPS 16 pasangan nomor 1 mendapatkan jumlah suara 177, sementara pasangan nomor 2 mendapatkan jumlah suara 31.

Lebih lanjut Muhammadun menjelaskan, sebenarnya pada PSU tersebut jumlah pemilih yang hadir kembali ke TPS ada 205 orang. ”Namun saat penghitungan ada tiga suara yang tidak sah,” katanya.

Jumlah pemilih yang hadir, dikatakannya, cukup banyak. Pada PSU ada 205 pemilih yang memberikan suaranya. ”Pada pemilu serentak ada 212 pemilih, jadi hanya turun sedikit. Ini berkat kerja sama semua pihak. Sosialisasi pada warga untuk kembali datang ke TPS  dibackup PPK, PPS, dan KPU serta pemerintah desa,” jelasnya.

TPS 16 yang melaksanakan PSU satu-satunya di Jepara itu juga mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak. Tak hanya dari KPU dan Bawaslu Kabupaten Jepara, KPU dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah juga hadir secara langsung pada Sabtu lalu.

Muhammadun melanjutkan, terkait tingginya animo masyarakat dan peserta pemilu untuk mengakases informasi perolehan suara pemilu 2019 mengumumkan salinan formulir C-1 pemilu 2019 di seluruh balai desa dan kelurahan di Kabupaten Jepara. Selain di balai desa dan kelurahan, salinan C-1 juga diumumkan melalui hasil pindai (scan) di website KPU RI. ”Belum bisa 100 persen, sampai hari ini masih terus bertambah jumlahnya,” jelasnya.

Muhammadun melanjutkan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) juga akan mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara setelah tuntas di masing-masing kecamatan. ”Pengumuman-pengumuman ini merupakan bagian dari pelayanan informasi dari KPU ke publik yang sudah diatur dalam undang-undang dan peraturan KPU,” pungkasnya.

Sampai sore kemarin, salinan C1 di website KPU untuk wilayah Jepara belum sepenuhnya tuntas. Khusus untuk Kecamatan Welahan termasuk TPS 16 Desa Welahan belum ada data salinan C1 yang diunggah.

Sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 8, Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, Blora. Yaitu pada Sabtu (27/4). Diberitakan sebelumnya Bawaslu Blora menemukan adanya pelanggaran pemilu di TPS 8, Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, Blora. Yiatu Lima pemilih dari luar provinsi yang mencoblos menggunakan KTP-El di TPS tersebut. Sehingga pihaknya merekomendaiskan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora untuk melakukan pemilihan ulang.

Ketua KPU Blora, Muhammad Khamdun mengaku, berdasarkan perintah KPU Provinsi Jawa Tengah PSU ditetapkan pada Sabtu (27/4). Untuk Logistik hingga saat ini masih menunggu jadwal dari Provinsi. “Rekomendasi hanya satu TPS yang mengulang. Yaitu pemilihan Pilpres di TPS 8. Jumlah pemilih 210 orang,” terangnya.

Khamdun mengaku logistik dikirim khusus. Tidak seperti biasanya. Sebab ada kode yang menunjukkan itu surat pemilihan ulang. “Akan dimintakan di KPU provinsi. Karena di sini tidak tersedia di kabupaten,” ucapnya.

Dia menegaskan yang diulang hanya Pilpres. Sebab pemilihan lainnya (DPR RI, DPR provinsi, dan DPRD kabupaten, Red) tidak ada masalah.

Menurutnya, soal kesalahan penulisan, penjumlahan antara C1 saksi dan C1 lainnya bisa diselesaikan di tingkat kecamatan. Langkah pertama harus megacu kepada form C1 hologram. Apabila C-C itu masih ada kesalahan, bisa buka kertas plano. Bahkan apabila kertas palno masih ada masalah bisa dilakukan penghitungan ulang. “Baik surat suara maupun menghitung suara. Itu diperbolehkan,” terangnya.

Khamdun mengaku, di beberapa kecamatan juga dilakukan hal sama. Sehingga segala persoalan selesai di tingkat kecamatan. “Mekanismenya memang seperti itu. Penyelenggara sangat terbuka. Semua prosesnya dari PPS hingga Kecamatan juga sangat terbuka,” tambahnya.

Dia menjelaskan, kalau ada upaya-upaya kecurangan, kecurigaan terhadap kecurangan petugas di KPPS sudah teridentifikasi sejak awal. Karena proses sedemikian terbukanya. “Sebenarnya KPU mengundang sebanyak-banyaknya orang. Silahkan melihat dan  nyimak prosesnya, kalau melihat ada kesalahan silahkan diperbaiki,” jelasnya.

Sementara itu, Sugie Rusyono salah satu Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora mengaku hingga kemarin telah memberikan beberapa rekomendasi kepada KPU. Pertama PSU di TPS 8, Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, Blora. Selain itu telah merekomendasikan penghitungan ulang di beberapa kecamatan. Yaitu Kecamatan Jepon, Jiken, Jati, Banjarejo dan Kunduran. “Peghitungan ulang saat itu juga,” terangnya.

(ks/war/emy/sub/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia