Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Begal di Oasis Ikuti Ujian Nasional Tanpa Komputer di Rutan

23 April 2019, 15: 21: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

Tersangka Begal di Oasis Ikuti Ujian Nasional Tanpa Komputer di Rutan

KUDUS Ujuan Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dimulai kemarin. MZ, salah satu tersangka kasus pembegalan terjadi di Jalan Lingkar Utara, tepatnya di Timur Taman Oasis beberapa waktu lalu juga ikut melaksanakan ujian di rumah tahanan (Rutan) kelas II B Kudus. Dia didampingi guru dan pengawas.

Berbeda dengan UNBK pada umumnya. Soal yang dikerjakan MZ tidak menggunakan komputer. Soal tersebut dicetak, kemudian jawaban dituliskan di lembar jawab komputer (LJK).

”Hasil jawabannya di-scan kemudian dikirimkan ke pusat,” kata Joko Susilo, kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.

Kepala Rutan II B Kudus, Budi Prajitno mengatakan, pihaknya memfasilitasi atas diselenggarakannya Ujian Nasional (Unas) di rutan ini. Pihaknya juga memberikan kesempatan belajar kepada tersangka.

”Pihak sekolah juga sudah meminta kepada pihak yang menahan. Yaitu Kejaksaan Negeri. Sudah mendapatkan izin. Sifatnya kami memfasilitasi kegiatan tersebut,” ujarnya.

Dalam mengerjakan ujian MZ ditempatkan di ruang tersendiri agar tidak terganggu konsentrasinya. Lantaran kondisi rutan yang ramai. Di aula lantai dua rutan MZ mengerjakan ujian. Suasananya memang cukup tenang. Suara percakapan penghuni rutan di lantai satu sudah tidak terdengar.

MZ juga terlihat rapi dengan seragam sekolah dan peci hitamnya itu. Dia terlihat tenang duduk di ujung Selatan ruangan seluas sekitar 5x3 meter itu. Sepertinya MZ sudah siap menghadapi ujian nasional hari pertamanya.

Sebelum ujian, pihak rutan juga memberikan fasilitas agar tersangka bisa belajar. Orang tua tersangka diperbolehkan membawakan buku-buku pelajaran.

Selain itu seragam sekolah juga dihantarkan. Sehingga dalam menjalankan ujian, MZ mengenakkan dapat mengenakan seragam sekolah.

Sementara MZ bersama kawan-kawannya yang juga merupakan tersangka kasus pencurian dengan kekerasan ini sedang ditempatkan di sel khusus, sambil menunggu putusan. Penempatan di sel khusus ini ditujukan agar kondisi psikologis para tersangka tetap dalam kondisi baik. Karena melihat mereka masih tergolong anak-anak. (vah)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia