Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Puluhan Siswa SMP di Rembang Mundur Tidak Ikut UNBK Tanpa Keterangan

23 April 2019, 13: 09: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK UJIAN:  Bupati Rembang, Abdul Hafidz berinteraksi dengan pelajar MTs Negeri 3 Sulang usai kerjakan UNBK kemarin.

CEK UJIAN:  Bupati Rembang, Abdul Hafidz berinteraksi dengan pelajar MTs Negeri 3 Sulang usai kerjakan UNBK kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Sebanyak 32 siswa SMP mundur dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), puluhan pelajar ini mundur tanpa keterangan yang pasti. Sementara pada pelaksanaan ujian hari kedua satu pelajar SMP/MTs tercatat tidak ikuti dikarenakan sakit.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Mardi melalui Kabid Pembinaan SMP, Lilik Murdiatno saat dikonfirmasi membenarkan ada satu pelajar yang izin dikarenakan sakit. Data masuk dari MTs Assathi, Karas, Sedan.

”Pelajar madrasah ini tidak ikut di sesi pertama. Data ini ter-update hingga pukul 14.00 siang Senin kemarin,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

 Untuk data yang mengundurkan diri dan keluar sebanyak 32 orang, pihaknya masih menunggu laporan secara rinci dari sekolah masing-masing. “Kami akan minta masing-masing sekolah membuat surat pernyataan mengundurkan diri,” katanya

Lalu dari sisi kesiapan lainnya berjalan lancar. Tidak ditemukan gangguan jaringan ataupun listrik selama UNBK berlangsung. Begitupun antisipasi sekolah sudah menyiapkan genset, jika sewaktu-waktu ada gangguan.

”Kami sudah berkirim surat di PLN maupun jaringan internet. Agar selama pelaksanaan UNBK tidak ada pemadaman ataupun perbaikan,” terangnya.

Sementara itu untuk melihat kesiapan UNBK di Kota Garam unsur Forkompimda kemarin melakukan monitoring. Tim dibagi menjadi dua bagian. Untuk Bupati Rembang, Abdul Hafidz di MTs N 3 Sulang, SMPN 1 Sulang dan SMPN 1 Bulu.

Begitupun rombongan kedua Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto. Titiknya di SMPN 4 Rembang, SMPN 1 Lasem dan MTs N 1 Lasem. Hasil monitoring tim tidak menemukan adanya gangguan selama pelaksanaan berlangsung.

”Semua clear tidak ada kendala. Dari sisi peralatan computer mencukupi, sehingga tidak ada kendala signifikan. Tinggal melihat hasilnya, mudah-mudahan 100 persen lulus seperti tahun kemarin, ” yakinnya.

Terkait sarplas Pemkab Rembang tahun ini alokasikan 361 komputer UNBK. Untuk 137 unit dibantu ke MTs. Dari informasi Kementerian Agama, untuk MTs tahun ini sama-sama sudah UNBK mandiri. Meskipun ada yang harus giliran. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia