Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Peringati Nishfu Sya'ban, Warga Welahan Arak Puli Sepanjang 15 Meter

23 April 2019, 10: 47: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

DIARAK: Puli sepanjang 15 meter diarak warga Desa Kendengsisialit, Welahan, kemarin malam.

DIARAK: Puli sepanjang 15 meter diarak warga Desa Kendengsisialit, Welahan, kemarin malam. (WARGA FOR RADAR KUDUS)

WELAHAN – Malam nishfu Sya'ban diperingati dengan berbagai kegiatan. Di Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan, warga mengarak puli keliling desa. Tak tanggung-tanggung, puli yang diarak memiliki panjang hingga 15 meter.

Selain puli, juga diramaikan dengan arak-arakan replika perahu, mobil, dan hewan ternak. Ada pula puluhan obor yang menyemarakkan kirab. Puncak acara, dilakukan doa bersama dan pembacaan puisi.

Kahono Wibowo, petinggi Desa Kendengsidialit mengatakan, malam nishfu Sya'ban jatuh pada tanggal 15 bulan ke depalan tahun Islam. Biasanya, diperingati dengan tradisi baratan di malam hari.

Kahono melanjutkan, tradisi baratan sendiri sebagai ungkapan syukur masyarakat Islam menyambut hari keberkahan atau dalam bahasa Arab bara'ah. ”Juga diyakini sebagai hari pengampunan dosa,” tuturnya.

Mengenai puli yang diarak sendiri, Kahono menjelaskan, pihaknya menyediakan 200 kilogram beras untuk dibuat puli. ”Puli dibuat ibu-ibu di desa kami. Mereka mengolahnya mulai dari memasak beras, memberi obat bleng, hingga menumbuknya. Tak hanya dibuat puli, ibu-ibu juga membuat kerupuk puli,” jelasnya.

Sebelum menyantap puli, warga biasanya berkumpul di suatu tempat untuk melangsungkan doa bersama. Di desa tersebut, tradisi baratan rutin digelar tiap tahun. ”Ini momem kita bersama untuk berdoa demi kesejahteraan dan kerukunan warga. Tradisi yang menjadi peninggalan leluhur tetap dilestarikan,” imbuhnya.

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia