Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Kelelahan, Lima Petugas Pemilu di Blora Dilarikan ke Rumah Sakit

23 April 2019, 09: 20: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

DAPAT PERAWATAN: Kordiv OSDM Bawaslu Blora Achmad Rozak menjenguk Panitia Pengawas Desa Todanan yang dilarikan ke puskesmas setempat.

DAPAT PERAWATAN: Kordiv OSDM Bawaslu Blora Achmad Rozak menjenguk Panitia Pengawas Desa Todanan yang dilarikan ke puskesmas setempat. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA Proses Pemilu 2019 belum selesai 100 persen. Masih berlangsung. Namun, petugas penyelenggara Pemilu mulai kelelahan. Di Blora, ada lima petugas yang harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani rawat inap. Beberapa diantaranya kondisinya sudah mulai membaik.

Ketua Bawaslu Kabupaten Blora Lulus Mariyonan mengaku, memang ada beberapa yang jatuh sakit. Seperti Panitia Pengawas Desa (PPD) Desa Todanan, Kecamatan Todanan bernama Sumaji.

”Beliau jatuh sakit di kantor Panwaslu Kecamatan Todanan saat melaporkan hasil rekapitulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilu 2019. Selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Todanan,” ucapnya.

Dia menambahkan, Kordiv OSDM Bawaslu Blora Achmad Rozak juga sudah datang untuk melihat langsung kondisi yang bersangkutan. ”Banyak sebabnya, terutama kondisi tubuh yang terforsir. Sangat melelahkan,” jelasnya.

Selanjutnya adalah Anik Rosanti Dewi, staf Panwaslu Kecamatan Japah. Karena kelelahan dalam kondisi hamil, dia pingsan saat merekap hasil pemilu. ”Anik juga sempat dilarikan ke Rumah Sakit. Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah membaik,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KPU Blora Muhhamad Khamdun mengaku, kemarin juga ada dua orang sekretariat yang jatuh sakit. Namun saat ini sudah kembali pulang. Keduanya juga sempat opname satu hari.

”Pak Edi Kuntoro dan satu lagi petugas sekretariat. Ini sudah pulang dan bekerja lagi. Kemungkinan kelelalahn. Sebab, kita menyiapkan logistik sejak dua pekan sebelum hari H,” ucapnya.

Khamdun menambahkan, semua itu dilakukan petugas agar proses Pemilu 2019 berjalan dengan lancar. Para petugas baik di TPS hingga KPU sudah bekerja keras. Saat ini, KPU Blora sedang koordinasi dengan KPU RI. Untuk memutuskan apakah para petugas tersebut bisa mendapat santunan atau tidak.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia