Minggu, 16 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Beradu Fisik dengan Peziarah, Fotografer Menara Diskorsing Dua Bulan

23 April 2019, 09: 01: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK LAPANGAN: Wakil Bupati Hartopo saat melakukan peninjauan sekaligus pembinaan kepada fotografer yang ada di kawasan wisata Menara Kudus kemarin.

CEK LAPANGAN: Wakil Bupati Hartopo saat melakukan peninjauan sekaligus pembinaan kepada fotografer yang ada di kawasan wisata Menara Kudus kemarin. (DISKOMINFO FOR RADAR KUDUS)

KOTA – Enam Oknum fotografer menara Kudus terpaksa harus diskorsing sekitar hampir dua bulan oleh pihak kepolisian. Mereka tidak diperkenankan foto mulai 22 April-6 juni 2019 mendatang. Hukuman ini diberikan lantaran mereka sempat beradu fisik dengan peziarah pada Minggu (21/4) kemarin.

Kapolsek Kota AKP Khoirul Naim mengatakan, atas kejadian ini pihaknya telah memberikan pembinaan kepada keenam oknum fotografer menara itu. Kemarin, sekitar pukul 09.00, pihaknya mengumpulkan mereka di ruang Kepala Desa Kauman.

”Mereka berenam sudah mengaku bersalah dan sanggup untuk tidak mengulangi atau melakukan perbuatan yang mengganggu kenyamanan peziarah,” kata Naim.

Terkait kronologi, Naim menjelaskan, keributan yang terjadi sekitar pukul 13.30 itu hanya berawal dari salah komunikasi antara rombongan peziarah dan para oknum fotografer Menara. Proses tawar menawar yang tidak terbangun dengan baik akhirnya menimbulkan salah satu okmum fotografer marah. Yang kemudian mulai mendorong pihak peziarah dan dibalas oleh mereka. ”Sebenarnya hanya masalah komunikasi saja,” katanya.

Tak hanya pihak kepolisian yang bergerak cepat merespon kejadian ini. Pemerintah Kabupaten Kudus juga turun tangan kemarin sore. 

Wakil Bupati Kudus Muhammad Hartopo bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) meninjau sekaligus pembinaan kepada fotografer yang ada di kawasan wisata menara tersebut. ”Kami ingin melihat langsung kondisi yang ada di lapangan. Permasalah ini kami pastikan dapat terselesaikan dengan baik dan tidak terjadi lagi di kemudian hari,” kata Hartopo.

Dalam kesempatan itu, Hartopo menginstruksikan Disbudpar untuk merangkul paguyuban fotografer di kawasan menara. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembinaan agar bisa berjalan lebih baik. Termasuk tentang pengurusan izin.

”Di mata wisatawan, para fotografer ini adalah bagian dari wajah Pemkab Kudus. Semangat dalam memberikan pelayanan yang baik kami lakukan. Harapannya, kami berikan pelayanan yang maksimal kepada para wisatawan. Sehingga mereka akan membawa kenangan yang baik saat meninggalkan Kudus,” ujarnya.

Sektor pariwisata menjadi salah satu pilar pendapatan daerah di kabupaten Kudus. Sudah seharusnya ada sinergi yang positif antara pemkab, pihak swasta, dan warga masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan sektor andalan kabupaten Kudus ini.

”Pemerintah daerah, menjamin keamanan serta kenyamanan tamu tamu para wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Kudus. Kami berharap wisatawan yang datang tidak terpengaruh oleh kejadian ini,” pungkasnya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia