Kamis, 23 May 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Unisnu Ajari Guru Penilaian Autentik di Era Revolusi Industri 4.0

22 April 2019, 14: 43: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

PRAKTIK: Dosen Unisnu Jepara memberikan materi tentang Revitalisasi Penilaian Autentik Bermuatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Menuju Generasi Berkualitas di SMA NU Kedung Jepara belum lama ini.

PRAKTIK: Dosen Unisnu Jepara memberikan materi tentang Revitalisasi Penilaian Autentik Bermuatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Menuju Generasi Berkualitas di SMA NU Kedung Jepara belum lama ini. (UNISNU FOR RADAR KUDUS)

KEDUNG - Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)  Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melaksanakan Program Sekolah Binaan pada tanggal 15-16 April lalu. Ini merupakan program keempat dengan bermitrakan sekolah SMA NU Kedung Jepara. Tema yang diusung adalah “Revitalisasi Penilaian Autentik Bermuatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Menuju Generasi Berkualitas”.

Melibatkan dua narasumber pada hari yang berbeda. Hari pertama disampaikan narasumber Muhtadi dari Widyaiswara. Muhtadi menyampaikan "Teori Authentic Assessment, blue print bermuatan HOTS”. Hari kedua disampaikan oleh Husni Mubarok yang juga Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Unisnu Jepara dengan tema penyampaian hasil diskusi pembuatan penilaian autentik bermuatan HOTS.

Di hari pertama, narasumber, bapak Muhtadi, dalam program Sekolah Binaan ini mengarahkan kepada guru di sekolah SMA NU Kedung Jepara mengenai bagaimana membuat instrumen soal yang baik dengan menerapkan konsep Taksonomi Bloom. Konsep Taksonomi Bloom mendorong siswa untuk melakukan penalaran tingkat tinggi dengan tidak hanya menghasilkan proses menghafalkan saja (C1), serta tidak sekadar menerapkan (C2 dan C3), tetapi memberikan pembelajaran yang tidak biasa yaitu dengan learning by example (C4, C5, dan C6) yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan.

Pada hari kedua para peserta yang berisikan dewan guru mulai mempraktikkan HOTS dengan membuat instrumen soal HOTS untuk mengukur para siswa cara berpikir tingkat tinggi. Para peserta kegiatan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang pembelajaran yang diampu dengan masing-masing kelompok terdiri atas empat sampai lima orang. Para peserta diharapkan untuk mebuat soal secara individu dan kemudian didiskusikan dengan masing-masing kelompoknya secara peer review. Para Kegiatan ini dipandu oleh narasumber kedua Husni Mubarok.

“Topik yang diusung dalam program Sekolah Binaan ini sangat sesuai mengingat bahwa guru harus memiliki skill baik autentik maupun pedagogiknya mengingat zaman yang semakin berkembang dan telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini artinya bagaimana sekolah dan guru-guru mempersiapkan anak didik untuk menghadapi tantangan di era global ini,” terang Khusni Mubarok.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia