Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Pembunuhan Sadis Tetangga Ini Diringkus Polisi dalam Tujuh Jam

Bermotif Sakit Hati dan Dendam

20 April 2019, 16: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KEJAM: Sukri, tersangka pembunuh Jasmin dimintai keterangan di Sat Reskrim Polres Blora kemarin.

KEJAM: Sukri, tersangka pembunuh Jasmin dimintai keterangan di Sat Reskrim Polres Blora kemarin. (POLRES BLORA FOR RADAR KUDUS)

KEDUNGTUBAN – Tak butuh waktu lama, anggota Sat Reskrim Polres Blora berhasil mengamankan pelaku pembunuhan Jasmin di Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban. Polisi berhasil meringkusnya dalam waktu tujuh jam usai kejadian. Sukri, pelaku pembunuhan tak lain adalah tetangga korban.

Entah setan apa yang merasuki Sukri, 32, pada Rabu (17/4) malam. Sehingga, warga Dukuh Banyu Urip, Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Blora ini tega menghabisi nyawa Jasmin, 40, yang tak  lain adalah tetangganya sendiri.

Parahnya lagi, pelaku membunuh korban saat terlelap tidur. Lehernya dibacok dengan sabit. Sebanyak dua kali. Alasannya sakit hati dan dendam. Sebab dia pernah diancam dan diacungi menggunakan sabit oleh korban.

Akibat bacokan tersebut, leher korban mengalami dua luka sayatan. Pertama sepanjang 6x5 sentimeter dengan kedalaman 3 sentimeter dan 2x3 sentimeter dengan panjang 2 sentimeter. Akhirnya korban meninggal dunia di tempat.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang melalui Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo mengaku, kejadian ini bermula Rabu (17/4) sekitar pukul 18.30. Korban bersama Tarsih dan anaknya pergi ke sawah dan pulang pukul 20.00. Sesampainya dirumah, mereka nonton televisi di ruang tamu hingga pukul 23.30.

Selanjutnya korban menuju kamar tidur untuk tidur sendirian. Sedangkan istri dan anak korban tidur di ruang tamu depan televisi. Sekitar pukul 04.30, istri korban bangun tidur karena mendengar teriakan suaminya. Dia terkejut saat melihat korban berlumuran darah.

”Korban ditemukan tewas pertama kali oleh sang istri bernama Tarsih dengan posisi terlentang di tempat tidur,” ucapnya.

Tak berselang lama, Nyamiyo tetangga korban datang dan mengangkat korban untuk dipindahkan dari kamar tidur menuju ruang tamu. Sebab dia beranggapan korban muntah darah. ”Setelah dicek, ternyata leher korban terdapat luka akibat benda tajam dan korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, anggota Resmob Sat Reskrim Polres Blora datang ke lokasi dan melakukann penyelidikan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari TKP diperoleh petunjuk bahwa pelaku tindak pidana tersebut adalah Sukri yang tinggal di sebelah rumah korban.

Tidak butuh waktu lama untuk meringkus pelaku pembunuhan itu. Sekitar pukul 17.00, anggota Reskrim mendatangi tersangka di rumahnya dan melakukan interogasi singkat. Hasilnya, tersangka mengakui telah melakukan pembacokan menggunakan sabit terhadap korban.

”Lantas pelaku membuang sabit di area persawahan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari TKP,” terangnya.

AKP Heri Dwi Utomo mengaku,  sekitar pukul 19.00, pihaknya juga sudah melakukan pencarian barang bukti sabit yang dibuang oleh tersangka. Tetapi belum menemukannya. Sebab situasi yang sangat gelap. ”Saat ini masih dilakukan penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Dari pengakuan tersangka, pelaku masuk melalui pintu belakang rumah korban yang tidak terkunci. Kemudian melakukan pembacokan sebanyak dua kali menggunakan sabit saat korban tidur di kamarnya.

Sebagai alat bukti, pihaknya telah mengamankan beberapa alat bukti. Mulai dari jaket jeans warna abu-abu milik tersangka, celana pendek jeans warna abu-abu milik tersangka, baju biru motif batik penuh bercak darah milik korban, dan celana jeans warna biru tua milik korban. Untuk Sabit masih dalam pencarian.

Pelaku sendiri terancam dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 (3) KUHP. Kasat Reskrim menambahkan, motif pelaku menghabisi nyawa korban karena sakit hati. Pelaku mengaku pernah diancam dan diacungi sabit oleh korban.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia