Senin, 17 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Dinsos Grobogan Beri Pelatihan Disabilitas Bikin Gethuk hingga Batik

20 April 2019, 12: 13: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

DILATIH: Kelompok Usaha Bersama (Kube) difabel mendapatkan pelatihan membuat kerajinan.

DILATIH: Kelompok Usaha Bersama (Kube) difabel mendapatkan pelatihan membuat kerajinan. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Sebanyak 50 penyandang disabilitas belajar membatik di aula Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan. Mereka terlihat sibuk dengan potongan kain dan cantingnya masing-masing. Kendati memiliki keterbatasan fisik, mereka tetap berjuang bertahan hidup.

Kegiatan membatik membuat taplak meja hingga memasak gethuk lindri ini merupakan bagian dari pelatihan kerajinan yang digelar Dinsos Grobogan bersama Kube Difabel Grobogan. Pesertanya yakni penyandang disabilitas yang tinggal di wilayah Grobogan. Mereka terdiri dari lima kelompok.

Meski memiliki sejumlah keterbatasan fisik, mereka tampak bersemangat dan antusias selama mengikuti pelatihan. Hasil membatik dan memasak pun tak kalah dengan yang dikerjakan orang-orang dengan fisik normal.

Menurut Kasi Rehabilitas Penyandang Disabilitas Dinsos Grobogan Retno Numirah mengatakan, pelatihan ini sengaja diadakan bagi kaum difabel agar bisa terus produktif dan meningkatkan perekonomian keluarga. Kegiatan ini bersumber dari APBD II dengan dana Rp 20 juta.

 ”Mereka yang ikut pelatihan ini menjadi calon penerima bantuan. Sedangkan bantuan yang kami berikan berupa barang, seperti peralatan masak, alat pewarna untuk membatik hingga mesin jahit. Tergantung yang mereka butuhkan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, setelah mendapatkan pelatihan ini bisa mengembangkan dengan membuka bisnis secara mandiri. ”Kami sengaja memberikan pelatihan yang mudah, seperti memasak gethuk lindri. Bahan dasarnya mudah dicari dan ada di sekeliling mereka,” ujarnya.

Selain mereka lebih produktif, ini juga menjadi motivasi mereka agar terus semangat menjalani hidup. ”Mereka akan memiliki motivasi lebih untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Terlebih dengan kerapnya berkumpul, tentu mereka tak akan merasa sendiri,” paparnya.

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia