Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Mahfud Washim, Petugas KPPS di Cairo, Mesir

Kali Pertama Ikut, Seleksi dari 151 Peserta

19 April 2019, 08: 37: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI KPPS: Mahasiswa asal Indonesia Mahfud Washim menjadi KPPS di Cairo, Mesir.

JADI KPPS: Mahasiswa asal Indonesia Mahfud Washim menjadi KPPS di Cairo, Mesir. (DOK. PRIBADI)

Share this      

Mahasiswa asal Indonesia yang menimba ilmu di Cairo, Mesir, menjadi petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPS LN). Ini merupakan pengalaman kali pertamanya. Demi tanah air tercinta, dia ikut mengawal pemilu di negeri orang.

 INDAH SUSANTI, Kudus

 JARAK ruang dan waktu antara Indonesia dengan Cairo, Mesir, tak menghalangi komunikasi lewat chattingan Whasapp dengan salah satu mahasiswa asal Indonesia yang lagu menimba ilmu di Cairo, Mesir, Mahfud Washim. Dia menyempatkan berbagi pengalaman dan cerita saat menjadi petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPS LN).

Saat berkomunikasi waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi waktu Cairo dan di Indonesia menunjukkan pukul 11.00. Mahfud -panggilan akrabnya- saat itu sedang menuju perjalanan ke Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mengikuti perhitungan suara.

”Pencoblosan di sini (Cairo, Red) sudah berlangsung Sabtu (13/4) lalu. Sekarang (kemarin, Red) serentak pemilihan umum (pemilu) yang berada di luar negeri perhitungan. Dimulai pukul 09.00 waktu Cairo,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, di tempat pemungutan suara yang ia bertugas, ada 495 daftar pemilih tetap (DPT). Tetapi yang datang ke TPS berjumlah 412 pemilih. Kemudian, ada tiga daftar pemilih tambahan (DPTB) dan ada lima daftar pemilih khusus (DPK).

Mahfud sendiri mengeyam pendidikan di Cairo sejak 2012. Mulai lulus dari MAN 2 Kudus. Kemudian mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di Universitas Al Azhar. Saat ini ia tercatat menjadi mahasiswa S2 jurusan Tafsir Wa Ulumul Quran.

Waktu pemilu lima tahun lalu, tepatnya 2014 Mahdfud belum tertarik ikut seleski KPPS LN. Namun untuk tahun ini, tiba-tiba ingin menjadi petugas KPPS untuk ikut merasakan pesta demokrasi Indonesia.

”Ya lima tahun lalu saya juga nyoblos. Tapi tidak mendalam seperti menjadi petugas KPPS. Ternyata warga Indonesia yang tingal di negeri orang juga antusias memilih presiden demi kelangsungan rakyat Indonesia,” tandasnya.

Dia bercerita, ditetapkan sebagai KPPS LN per Maret dan sudah mulai bekerja mengurusi segala macam keperluan pemilu. Termasuk surat suara yang sudah dikirim ke KBRI Cairo.

Untuk pemilihan di luar negeri hanya memilih presiden dan calon legislatif (caleg) DPR RI. Mahfud pada saat pencoblosan mulai bekerja dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00. Kemudian ada perpanjangan waktu satu jam dan berakhir sampai pukul 19.00 waktu Cairo.

Mahfud terkesan kali pertama menjadi KPPS LN. Sebab, melayani orang dengan berbagai latar belakang. Ada yang mahasiswa, tenaga kerja Indonesia (TKI), maupun local staf KBRI Cairo.

”Menjadi KPPS LN ada seleksi. Tapi cuma administrasi. Mulai dari ada 151 orang, lalu diseleksi menjadi 130 orang. Lalu yang dipilih 81 orang. Alhammdulillah saya lolos,” terangnya.

Mahfud menambahkan, 81 orang itu KPPS LN bertugas di 15 TPS, kotak suara keliling (KSK), dan pos. ”Khusus KSK beredar di Kota Alexandria, Port Said, Manufia, Mansoura dan Ismailia,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk gaji menjadi KPPS LN lumayan besar dan bisa digunakan biaya kuliah dan sebagainya. Tapi, bukan itu yang menjadi tujuan utama, tetapi mengabdi pada Indonesia.

Mahfud merupakan warga dari RT 9/RW 1, Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus. Laki-laki kelahiran 1994 ini, pulang ke Indonesia pada saat Puasa dan Lebaran tahun lalu. Dia memang berkeinginan bisa melanjutkan studinya di Cairo. Orang tuanya pun sangat mendukung.

”Perjuangan seleksi masuk Univeristas Al Azhar sangat berat. Persaingan sangat ketat dengan ribuan orang. Saat ini saya tinggal di Building 7/5, Thoha Dinary Street, District 7th, Nasr City, Cairo,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia