Minggu, 26 May 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Tak Kunjung Ditempati, Shelter PGOT di Purwodadi Mangkrak

18 April 2019, 14: 30: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

MANDEK: Shelter sosial khusus lansia Dinas Sosial Grobogan tahun ini tak ada pekerjaan.

MANDEK: Shelter sosial khusus lansia Dinas Sosial Grobogan tahun ini tak ada pekerjaan. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

PURWODADI - Pembangunan tahap pertama shelter khusus Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantas (PGOT) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan MH Thamrin Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi milik Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan rampung telah rampung setahun lalu. Namun, hingga kini gedung senilai Rp 1,3 miliar tersebut, tak kunjung ditempati, sehingga mangkrak.

Kasi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinsos Grobogan Jasmari mengatakan, pendirian shelter dilakukan secara bertahap. Tahap pertama yang dikerjakan sejak Juli lalu, pada 29 Oktober rampung dikerjakan.

Tahap pertama menggunakan anggaran Rp 1,389 miliar dari ABPD. Dipakai untuk pematangan tanah dan talud. Kemudian pembangunan gedung A lantai 1 dan B. Gedung tersebut merupakan unit pengelolaan dan gedung pendataan. “Tahun ini kami mengusulkan anggaran namun belumtapi tak dapat. Sehingga gedung mangkrak karena tak ada pekerjaan selama setahun. Kami sudah mengusulkan pengerjaan tahun depan, kemungkinan di dapat pada akhir tahun depan. Sehingga akan mangkrak cukup lama,” keluhnya.

Pada pengusulan tahap kedua, Dinsos mengusulkan sekitar Rp 2 miliar untuk pendirian ruang isolasi dan dapur. ”Harusnya tahun lalu yang diutamakan pendirian isolasi. Sehingga gedung bisa dipakai. Kalau yang sudah berdiri ini kan gedung pendataan atau kantor, namun belum ada sarana dan prasarana hingga saluran airnya. Sehingga belum bisa di tempati,” paparnya.

Rencananya pada tahap kedua nanti akan didirikan ruang isolasi, dapur dan perampungan gedung A lantai 2, pembangunan gedung C, finishing area, hingga pagar keliling gedung.

”Kami berharap pembangunan shelter ini segera rampung. Mengingat kami selalu kualahan membawa PGOT maupun ODGJ yang kami temukan di jalan. Lansia yang telantar pun kami harus membawa ke luar daerah, tak jarang mereka sudah penuh,” ungkapnya.

(ks/int/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia