Kamis, 23 May 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Para Ketua DPRD Tetap Optimistis Terpilih Lagi

18 April 2019, 11: 22: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMBERIKAN HAK SUARA : Ketua DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni memberikan hak suaranya di TPS 10 di SD 4 Ngembal Kulon, Jati, Kudus kemarin. Saat ini Yusuf mencalonkan lagi dirinya di DPRD Kabupaten Dapil III (Jekulo dan Dawe).   

MEMBERIKAN HAK SUARA : Ketua DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni memberikan hak suaranya di TPS 10 di SD 4 Ngembal Kulon, Jati, Kudus kemarin. Saat ini Yusuf mencalonkan lagi dirinya di DPRD Kabupaten Dapil III (Jekulo dan Dawe).   (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA / Radar Kudus)

KUDUS - Pemilu tahun 2019 Ketua DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni kembali mencalonkan dirinya kembali. Caleg DPRD Kabupaten Dapil III (Jekulo, Dawe) itu tak pindah TPS. Yusuf menggunakan hak pilihnya di TPS 10. Tepatnya di SD 4 Ngembal Kulon, Jati, Kudus.

Persiapan menyambut pemilu sudah terasa di kediaman Ketua DPRD Kabupaten Kudus yang berambut klismis itu sejak Selasa malam (16/03). Yusuf yang tinggal di Desa Ngembal Kulon RT 7/3, Jati, Kudus, tengah menggelar doa bersama.

Kegiatan Doa bersama itu berlangsung dari pukul 19.00. Yusuf berserta timsesnya berdoa kepada Tuhan, agar  diberikan kelancaran saat esok hari (17 April Red). Dia dan puluhan timsesnya melantunkan Shalawat Jibril. Yusuf begitu fokus dan khusuk ketika mengikitu prosesi itu. Mereka membacakan Shalawat itu sebanyak 15 ribu kali. Kegiatan doa bersama itu berlangsung hingga pukul 21.00.

Keesokan harinya pada pukul 08.00, Yusuf tengah bersiap memberikan suara. Ia tak pindah TPS. Pria berkacamata itu memberikan suara untuk caleg DPRD Kabupaten Dapil I (Kota dan Jati).

Yusuf mengungkapkan, sejak lima tahun lalu, dia beserta istrinya Reni Kusbandari tak pindah TPS di Dapil III. Yusuf ingin memberikan suaranya kepada rekan-rekanya separtai. Bahwasanya suara satu orang dari kader sangatlah berpengaruh bagi rekannya maupun partainya.

“Saya sudah kehilangan dua suara saya (Yusuf dan Istri, Red). Tapi tak masalah, yang terpenting saya memberikan suara saya kepadarekan-rekan di Dapil I, ” katanya.

Yusuf mengatakan, pemetaan suara di Dapil III hampir rata. Dia menegaskan, di Kecamatan Jekulo dan Dawe merupakan lumbung suaranya. Dia menyebut dari 31 Dapil ada desa tertentu yang menjadi lumbung suaranya. Ketika ditanya terkait target suara, Yusuf belum bisa memastikan. Pasalnya tiap tahun tolak ukur kecamaan berubah-ubah.

“Kalau lima tahun lalu suara saya paling banyak di Dawe ada sekitar tiga ribuan. Sedangkan untuk di Jekulo sedikit. InsyaAllah tahun ini menang,” ungkapnya.

Berbeda dengan Ketua DPRD Jepara Junarso. Pagi kemarin di rumahnya terlihat sepi. Tidak ada tim pemenangan maupaun relawan yang ada di rumah tersebut. Sedangkan Junarso hanya duduk santai di ruang tamu. Pukul 09.00 baru keluar rumah bersama istri mengendarai sepeda matic menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sosok yang juga calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memakai atasan putih. Sedangakn istrinya, Sri Utami juga memakai pakaian putih. Sambil berboncengan keduanya menuju TPS 1 Desa Watuaji, Keling. Jaraknya hanya 40 meter dari rumah Junarso.

Sesampainya di TPS, keduanya menyapa warga sekitar yang juga ikut antre. Sekitar 30 menit antre, giliran Junarso dan istri dipanggil petugas untuk melakukan pencoblosan di bilik suara. Usai mencoblos, saat keluar dari TPS juga menyempatkan bertinteraksi dengan warga.

Disinggung mengenai target perolehan suara caleg, ia menargetkan ada dua caleg dari PDIP yang lolos di daerah pemilihan 3, Jepara. Meliputi wilayah Donorojo, Keling, dan Kembang. “Kalau target pribadi sekitar 10.000 suara. Modal kami kinerja selama 4,5 tahun ini. Masyarakat sudah pandai menilai. Setiap turun ke bawah mereka tahu siapa yang pantas mewakili,” imbuhnya.

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto optimistis bisa mendapatkan kursi DPRD. Hal itu, karena dirinya masih dipercaya warga di dapilnya Kecamatan Gubug, Tegowanu, Kedungjati dan Tanggungharjo.

Pria yang akrab sapa Agus juga ikut menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos di TPS nomor 6 di Desa Kwaron, Kecamatan Gubug, Grobogan. Dia datang bersama istri dan anaknya memakai kemeja putih. Dia datang ke TPS pukul 09.00 WIB.

Saat berada di TPS dirinya juga bersama pendukungnya datang bersama.  Usai mencoblos dirinya langsung pulang ke rumahnya di kampung Megosari RT 1/RW 3, Desa Kwaron. Ketika sampai di rumah, sudah ada belasan tim sukses, keluarga, dan tengga berkumpul di ruang teras depan dan ruang tamu.

Mereka juga datang dan pergi silih berganti untuk memberikan laporan tentang hasil pencoblosan di lapangan. Ada beberapa warga dari beberapa Desa di Kecamatan Gubug, Tegowanu dan Kedungjat. Beberapa kali juga dirinya sibuk membalas whatsapp dan telepon dari ponselnya.

”Tadi saya sudah menyalurkan hak pilih di TPS bersama istri dan anak perempuan saya. Dari pantauan di lapangan saya optimistis bisa terpilih lagi. Targetnya bisa mendapatkan 10 ribu suara,” kata dia. (gal)

(ks/war/mun/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia