Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Unik, Desain TPS Ini Tampilkan Konsep Layar Tancap dan Wedding

18 April 2019, 10: 35: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

BEDA: Kepala Desa Kabongan Kidul, Rokhani bersama Caleg Partai Nasdem Supriyadi Eko Pratomo di TPS 06 Desa Kabongan Kidul, Rembang, yang dilengkapi dengan layar tancap kemarin.

BEDA: Kepala Desa Kabongan Kidul, Rokhani bersama Caleg Partai Nasdem Supriyadi Eko Pratomo di TPS 06 Desa Kabongan Kidul, Rembang, yang dilengkapi dengan layar tancap kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Berbagai cara dilakukan untuk menarik masyarakat untuk menyalurkan suara dalam Pemilu 2019. Mulai setting TPS hingga petugas berpakaian unik. Di Rembang, ada TPS yang dilengkapi layar tancap. Film yang ditampilkan berupa kesenian daerah.

Potret ini terlihat di TPS 06 Desa Kabongan Kidul, Rembang. Di TPS ini ada caleg dari Partai Nasdem nomor urut 1 Supriyadi Eko Pratomo. TPS ini selain di-setting dengan layar besar untuk tontonan warga, juga dibuat konsep wedding.

Bahkan H-1 layar tancap sudah diputar berupa penayangan wayangan. Tujuannya, memberikan spirit panitia yang lembur menata TPS. Sekaligus memberikan hiburan bagi warga sekitar untuk jagong bareng. Begitupun dalam penghitungan suara. Layar tancap memutar ketoprak.

Caleg Partai Nasdem Supriyadi Eko Pratomo mengaku, di TPS ini ada 238 daftar pemilih tetap (DPT). ”Tingkat kehadiran kira-kira 80 persen atau 180-190 pemilih,” ungkapnya.

Terkait layar tancap tujuannya untuk hiburan. Sebab, warga sekitar suka ngumpul bareng. Hal ini tidak hanya dilakukan saat moment pemilu, namun saat warga punya gawe. Biasanya warga ada yang meminta diputarkan film di layar tancap. ”Kepala Desa Kabongan Kidul Rokhani mendukung,” ujarnya.

Konsep wedding juga diusung di TPS 13 Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Pati. Petugas KPPS bahkan rela iuran menggunakan kocek pribadi menyewa dekor untuk mendesain TPS seperti pelaminan. Di pintu masuk TPS dipenuhi bunga-bunga. Sedangkan di dalamnya ada dipenuhi warga antre untuk mencoblos.

Mereka duduk di kursi mengantre untuk menunggu namanya disebutkan petugas dan masuk ke bilik suara. Uniknya, empat bilik suara itu berada di tengah-tengah hiasan dekor resepsi pernikahan. Keempat bilik dikelilingi hiasan bunga-bunga yang didominasi berwarna putih.

Di sela-sela pemungutan suara, sesekali ada remaja berswafoto dengan teman-temannya. Sebagian untuk koleksi pribadi dan di-upload di media sosial untuk mengikuti lomba selfie di TPS.

Ketua KPPS TPS 13 Moh. Syarofunnaim mengatakan, konsep TPS yang dihiasi dekor resepsi pengantin itu sengaja dibuat untuk menarik masyarakat untuk nyoblos. ”Kami mendesain TPS semaksimal ini supaya pemilih mau datang. Sebenarnya partisipasi masyarakat di sini tinggi. Tapi supaya partisipasi meningkat lagi, dibuatlah konsep ini,” katanya.

Tak hanya TPS yang unik, pemilih juga ada yang kreatif. Sulikan Sableh, warga Desa Mlati Lor, Kota, Kudus, salah satunya. Pria yang merupakan anggota komunitas sepeda Onto-Onto Tok (OOT) ini, datang ke TPS di SD 2 Mlati Lor dengan berpakaian ala prajurit perang. Seragam coklat muda dipadu kupluk yang warnanya sama. Ditambah untaian kalung peluru dan senapan laras panjang.

Bukannya ngeri. Para pengunjung TPS malah banyak yang tersenyum melihatnya. ”Ayo datang ke TPS. Jangan golput,” ujarnya sambil menatap kamera ponsel depannya untuk membuat vlog.

Selain itu, sepeda ontelnya juga diberi dekorasi khas pemilu. Seperti MMT bertuliskan ”nyoblos yes, golput no”. ”Biar berharap bisa mengajak warga tidak golput,” ujarnya. (vah)

(ks/put/noe/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia