Kamis, 23 May 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Bawa Tujuh Gram Sabu dari Lapas, Pengedar Narkoba Ini Dibekuk Polisi

Pelaku Diupah Rp 350 Ribu Sekali Antar

15 April 2019, 15: 31: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

KURIR DAN PENGEDAR: Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq meminta keterangan kepada dua tersangka kurir dan pengedar sabu yang diringkus.

KURIR DAN PENGEDAR: Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq meminta keterangan kepada dua tersangka kurir dan pengedar sabu yang diringkus. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Sat Narkoba Polres Grobogan berhasil mengamankan dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Sabu seberat 7,98 gram itu dibawa pelaku dari Lapas Kedungpane, untuk diedarkan di Grobogan.

Dua pelaku itu terdiri dari Suroso, warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang dan Tedi Durant, warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Penangkapan kedua pelaku, berawal dari laporan warga masyarakat tentang maraknya peredaran narkoba.

Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti dan mengamankan dua tersangka di tempat berbeda. Tersangka Suroso diamankan lebih dulu saat berada di depan bengkel di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, sekitar pukul 00.30 WIB. Saat digeledah, polisi menemukan tiga paket sabu-sabu dalam plastik klip kecil yang disembunyikan dalam bungkus rokok.

Dari tersangka Suroso, dikembangkan lagi ada tersangka lain pengedar sabu-sabu. Yaitu Tedi yang baru saja mendapatkan barang dari Suroso. Kemudian, polisi melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan Tedi saat melintas di depan SPBU Ayodya, Kelurahan Kuripan.

”Dari tangan tedi, kami berhasil menemukan satu paket sabu-sabu dalam plastik kecil yang disembunyikan dalam bungkus rokok.  Total sabu-sabu yang kita amankan sekitar 7,98 gram. Rinciannya, sebanyak 6,94 gram didapat dari pelaku Suroso dan 1,04 gram dari pelaku Tedi,” kata AKBP Choiron.

Sementara itu, Suroso mengakui bahwa bahwa sabu-sabu yang dibawa adalah pesanan dari orang Purwodadi. Setiap pengantaran satu pesanan dirinya mendapatkan upah Rp 350 ribu. ”Sabu-sabu ini saya dapat dari Lapas Kedungpane Semarang. Saya mendapatkan mendapatkan tugas hanya mengantar saja. Saya kenal orang dalam Lapas karena dulu saya pernah disana,” terang Suroso.

(ks/lid/mun/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia