Minggu, 25 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Asyiknya Ikut Smasa Euforia, Ada Speech Contest hingga Story Telling

15 April 2019, 11: 48: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

BAZAR: Acara Smasa Euforia juga ada bazar. Siswa menjadi pedagang sekaligus pembeli.

BAZAR: Acara Smasa Euforia juga ada bazar. Siswa menjadi pedagang sekaligus pembeli. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTASMA 1 Kudus kembali memberikan wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi dalam ajang bahasa Inggris. Ajang itu bertajuk Smasa Euforia. Ajang ini merupakan rangkaian dari English Competition, Smasa Cup, dan Music Festival kemarin (14/4) English Competition adalah agenda pembuka dari ajang Smasa Euforia.

Ada lima lomba English Competition yang digelar oleh SMAN 1 Kudus. Meliputi debate, news report, speech contest, story telling, spelling bee. English Competition ini diikuti 14 sekolah dengan jumlah 73 peserta. Lomba English Competition ini sebenarnya boleh diikuti seluruh sekolah se-Jawa Tengah, hanya saja di ajang kali ini didominasi sekolah dari Kudus.

Peserta lomba debate SMA sekolah boleh mengirimkan dua tim. Satu tim terdiri dari tiga peserta. Sekolah yang mengikuti lomba debate yakni SMA 2 kudus (dua tim), SMA 1 Jekulo (dua tim), MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an (dua tim), dan SMK Wisudha Karya (dua tim).

BERCERITA: Peserta story telling sedang bercerita di depan juri dalam acara Samasa Euforia

BERCERITA: Peserta story telling sedang bercerita di depan juri dalam acara Samasa Euforia (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Pada lomba debate itu, peserta kedua dari tim SMA 2 Kudus mengambil topik ”This house believes that the school must ban food vendors outside the school area”. Satu tim itu terdiri dari affirmative (setuju dengan topik), negative (kontra dengan topik), dan third speaker (bertugas menyampaikan kesimpulan). Masing-masing menyampaikan pendapatnya.

Peserta ketiga juga berasal dari SMA 2 Kudus yang mengangkat topik ”This house believes that zonation system for school registration should be banned”. Sementara peserta keempat asal MA Yanbu’ul Qur’an mendapatkan topik ”This house would allow the substraction of SNMPTN from 50% to 40%”. Pada lomba debate, juara I diraih oleh MA Yanbu’ul Qur’an, juara II diraih SMK Wisudha Karya, dan juara II SMA 2 Kudus tim B.

Pembina MTs dan MA Yanbu’ul Qur’an Adjie Joyo Kerto mengatakan sudah menyiapkan anak didiknya sejak sebulan lalu. ”Kami sudah latihan intensif selama sebulan sehari dua kali selama satu minggu,”terangnya.

News Reporter SMA juga tidak kalah seru. Sebab, peminatnya juga banyak. Terlebih News reporter SMA baru ada dilombakan di tahun ini. Ketua English Competition Tsabita Alia Fahmi mengatakan tahun lalu belum ada News Reporter. ”Di tahun ini kami tambahkan News report, kalau tahun lalu belum ada,” tandasnya.

Juri News Reporter Mutohhar mengatakan, ada tiga aspek yang harus dimiliki peserta yang ikut lomba. ”Peserta harus menguasai isi berita, pelafalan (pronounciation), dan penyampaian di depan juri,” tandasnya.

Pada lomba News reporter SMA, MAN 2 Kudus memborong dua gelar, yakni juara I dan II. Sementara juara III diraih MA Mualimat Kudus. Di lomba speech contest, juara I diraih oleh MA Yanbu’ul Qur’an, diikuti MAN 2 Kudus dan SMA 1 Pecangaan. Sedangkan di lomba spelling bee juara I diraih oleh MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an dan diperingkat dua dan tiga didominasi MAN 2 kudus. Sedangkan untuk spelling bee SMP juara I diraih SMP 1 Kudus diikuti MTS 2 Kudus dan SMP IT AL-Islam tim A.

Ketua Smasa Euforia Geri Putra Radhityo mengatakan ajang ini sebagai wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi bahasa Inggris. ”Dengan adanya ajang ini semoga dapat menjadi wadah bagi siswa untuk berkompetisi bahasa inggris,” harapnya. (vga)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia