Kamis, 19 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Jelang Pemilu 2019, Ini Alasan Warga Tetap Terima Amplop

15 April 2019, 11: 07: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

Jelang Pemilu 2019, Ini Alasan Warga Tetap Terima Amplop

PATI - Di Kabupaten Pati pembagian amplop sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu atau Sabtu (13/4). Mulai dari caleg tingkat pusat sampai daerah tingkat I dan II. Triknya sama saja. Mengais simpati pemilih dengan membagi amplop berisi uang. Pembagian amplop disertai dengan stiker. Yang menunjukkan si penerima harus mencoblos nama serta nomor yang dibagikan itu.

FZ, 23, salah satu penerima amplop yang berdomisili di Kecamatan Gabus mengaku, menerima amplop sejak Sabtu lalu. Dia menerima dari tiga orang caleg. Jika ditotal Rp 70 ribu. Dia tak mengiyakan atau tiak akan menyoblos caleg itu. Alasan karena pilihan itu rahasia.

”Dari caleg kabupaten dapat Rp 50 ribu. Dari provinsi dan pusat masing-masing Rp 10 ribu. Semuanya dari satu partai,” katanya sambil menunjukkan foto amplop beserta uang dan stiker caleg yang bersangkutan.

Ditanya soal nanti dicoblos atau tidak, pihaknya mengaku belum tentu. ”Memilih kan soal hak pribadi dan sangat rahasia. Saat menyerahkan amplop, timsesnya juga berpesan hanya untuk jajan,” imbuhnya sambil terkekeh.

H-3 coblosan, belum banyak ditemukan serangan amplop caleg. Namun, diprediksi saat menjelang coblosan atau di H-1 serangan amplop bakal lebih marak lagi. ”Saya sendiri belum dapat. Mungkin di saat-saat mepet coblosan nanti ada. Tetangga saya kabarnya sudah ada yang dapat. Ada dua caleg DPR RI yang sudah membagi amplopan. Nilainya Rp 20 ribuan,” kata Tono warga Kecamatan Juwana.

Untuk pasangan calon presiden dari beberapa narasumber mengaku belum mendapatkan. ”Kalau tahun lalu memang tidak ada. Hanya dari para caleg. Per caleg dulu saya dapat Rp 30 ribu. Biasanya memang hanya dapat satu untuk satu dapil. Tidak bisa dapat dobel seperti pemilihan kepala desa,” terang Tono.

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia