Kamis, 19 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Peserta Pemilu Tak Mau Nyopot, Akhirnya Bawaslu Tertibkan Ribuan APK

15 April 2019, 10: 39: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

DITERTIBKAN: Petugas Bawaslu Kecamatan Purwodadi lakukan penertiban APK memasuki hari tenang kemarin.

DITERTIBKAN: Petugas Bawaslu Kecamatan Purwodadi lakukan penertiban APK memasuki hari tenang kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI – Bawaslu Kabupaten Grobogan menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) secara serentak di 19 kecamatan kemarin. Penertiban APK tersebut karena sudah memasuki hari tenang tiga hari mulai kemarin hingga Selasa (14-16/1).

Panwaslu Kecamatan Purwodadi menertibkan APK di beberapa titik. APK diambil tidak hanya dari banner ukuran kecil, tapi juga banner ukuran besar. Setiap petugas Bawaslu langsung mengambil dan mengangkutnya ke atas truk.

Panwaslu kecamatan bersama dengan anggota Polri dan TNI menyisir jalan raya maupun jalan kampung. Mencopoti APK. Dari penertiban tersebut, banyak APK yang belum dilepas oleh peserta Pemilu. Setiap peserta Pemilu diberi kesempatan untuk melepas sendiri APK yang telah terpasang hingga pukul 24.00 kemarin malam.

”Hingga tadi malam (kemarin malam Red) dari partai politik dan caleg belum ada yang lakukan penurunan sendiri,”  kata Ketua Panwaslu Kota Purwodadi M Chabibullah.

Dikatakan, penertiban dilaksanakan di seluruh Panwaslu di masing-masing kecamatan. Sesuai dari arahan dari Bawaslu Kabupaten Grobogan. Target penertiban dilaksanakan hingga H-1 Pemilu 17 April.

”Harapannya di hari tenang seluruh Kabupaten Grobogan terbebas dari APK selama masa tenang ini. Seluruh APK yang telah ditertibkan akan diamankan di kantor Panwaslu masing-masing kecamatan,” terang dia.

Ketua Bawaslu Grobogan Nita Fitri Witanti mengatakan, selama masa tenang dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak peserta Pemilu. Waktu tiga hari masa tenang akan ditertibkan semua APK di jalan dan di tempat umum. ”Jika melanggar, sanksi yang diberikan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak 12 juta,” tandasnya.

Di Kabupaten Kudus, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus sibuk membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK). Mereka menertibkan banner, baliho, bendera, spanduk, poster, dari caleg maupun capres.

Kegiatan pembersihan APK itu dilakukan oleh empat regu. Satu regunya berjumlah 15 orang. Penertiban itu dilaksanankan secara gabungan. Baik dari Satpol PP, Kepolisian, Bawaslu, Panwas, panitia pengawas desa (PPD), dan pengawas pemungutan tempat suara (PTPS).

Para petugas menyisir menggunakan truk dan mobil patroli. Mereka menyisir di semua titik Kota Kudus. Seperti halnya APK yang beradi di Jalan AKBP Agil Kusumadya, Jati, Kudus, petugas memanjat menurunkan baliho dari salah satu Caleg.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, titik penertiban APK dilaksanakan di seluruh Kabupaten Kudus. Minan menargetkan pembersihan dilakukan selama dua hari kedepan. Maksimal tanggal 16 April.

“Hal ini dilaksanankan sesuai amanat Undang-Undang 2017 bahwasanya H-3 pemilu (hari tenang Red) semua wilayah harus bersih dari APK, “ Katanya.

Dia mengatakan, penertiban tersebut dilakukan berlaku untuk APK yang melanggar. Sekaligus APK yang terpasang. Meskipun APK itu berbayar atau tidak baik di tempat pribadi dan di jalan umum akan dilakukan penertiban.

Dari total keseluruhan Minan, melangsir tak bisa menyebutkan jumlahnya, pada masa tenang ini. Sedangkan data pembersihan sebelum masa tenang, Bawaslu Kabupaten Kudus berhasil menertibkan 10 ribu APK. (gal)

(ks/mun/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia