Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Pena Muda
Pemilih Pemula Antusias Sambut Pemilu 2019

Golput No, Demi Masa Depan Bangsa

14 April 2019, 10: 06: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

Golput No, Demi Masa Depan Bangsa

(mahendra aditya/radar kudus)

PEMILIHAN Umum (Pemilu) bukanlah pilihan mudah. Sebab, akan menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan. Warga negara harus pandai memilah dan memilih calon yang didukung. Satu suara akan menentukan nasib lndonesia ke depan.

Tahun ini dikenal tahun politik. Sebab, bulan ini akan digelar pemilu serentak. Meliputi pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg), dan pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Tepatnya digelar Rabu, 17 April mendatang. Pileg sendiri, untuk memilih anggota DPRD kabupatan/kota, provinsi, dan RI.

Sebagai warga negara yang baik, harus memberikan suaranya dengan datang ke TPS. Selain itu, siapapun yang terpilih nantinya, diharapkan menjadikan Indonesia semakin jaya, aman, damai, dan toleran, sehingga tercipta kerukunan.

Tak terkecuali anak milineal yang tahun ini menjadi pemilih pemula. Mereka ikut serta dalam menentukan nasib bangsa Indonesia. Pemilih yang tergolong ini, merupakan yang berusia di bawah 20 tahun atau yang sudah menikah di bawah 18 tahun.

Tim Pena Muda tertarik untuk mengulik pengetahuan mereka tentang pemilu serentak ini. Untuk itu, sejumlah pemilih pemuda dijadikan narasumber yang dipilih random.

TAK MAU GOLPUT: Sifa Istiqomah, menunjukkan spesimen surat suara yang akan digunakan untuk pemilu serentak Rabu, 17 April mendatang.

TAK MAU GOLPUT: Sifa Istiqomah, menunjukkan spesimen surat suara yang akan digunakan untuk pemilu serentak Rabu, 17 April mendatang. (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Di antaranya siswa kelas 12. Salah satunya Muhammad Syarifudin, siswa jurusan Desain Komunikasi Visual SMK Raden Umar Said (RUS). Dia mengaku masih susah menentukan pilihan. ”Banyak isu yang beredar mengakibatkan ketidakyakinan saya untuk memilih siapa nantinya (saat pencoblosan)," katanya. Namun, siswa berkelahiran 27 Agustus 2001 ini, bakal nyoblos di TPS terdekat dengan harapan ikut menentukan kemajuan Indonesia ke depan melalui pemilu.

Masih belum dapat ”jago” saat pemilu juga dirasakan pelajar lain, Jelita Salsabila, siswi Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK RUS. ”Sebenarnya masih bingung memilih siapa. Namun, saya menilai pilpres tahun ini lebih sengit. Ini terlihat dari kampanye yang diadakan,” jelasnya.

Dia sudah mengetahui yang diunggulan kedua pasangan calon (paslon) capres-cawapres. Siswi kelahiran 21 juli 2001 ini, menilai paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengutamakan infrastruktur, ekonomi, dan menggunakan sejumlah kartu. Sedangkan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih menonjolkan pertahanan dan menaikkan gaji buruh.

Antusiasme dengan pemilu juga ditunjukkan pemilih pemula yang berstatus alumni SMK. Salah satunya Rizka Dimas A. Dia berpendapat bahwa golput tidak bagus. Untuk itu, dia nantinya akan nyoblos di TPS Besito. Harapan pria lulusan 2018 ini, semoga apa yang dijanjikan para calon dapat diwujudkan. ”Semoga janji-janji para calon bukan cuma PHP kalau sudah jadi nanti," harapnya.

SAMBUT PEMILU: Beni Ashar, salah satu pemilih pemula melakukan simulasi memasukkan surat suara ke kotak suara.

SAMBUT PEMILU: Beni Ashar, salah satu pemilih pemula melakukan simulasi memasukkan surat suara ke kotak suara. (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Beralih ke sekolah lain, Fina Izzatul Muna, siswi SMA NU Hasyim Asy’ari Kudus mengaku tak menyia-nyiakan kesempatan perdananya untuk nyoblos. ”Saya berharap pemilu ini berlangsung lancar dan damai. Sehingga benar-benar membawa kebaikan bangsa ke depan,” ujar siswi yang tinggal di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, ini.

Sementara itu, Atika Khilma Asnawi, siswi MA NU Mu’allimat Kudus juga berharap pemilu berlangsung Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (Luber) serta jujur dan adil (Jurdil). ”Saya akan ikut nyoblos. Tapi untuk siapa pilihan saya, rahasia dong,” ujar siswi yang beralamat di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus, ini.

Hal lain diungkapkan Richo Cahyaning P, siswa SMK NU Ma’arif. Menurutnya pemilu tahun ini sangat berbeda. Sebab, dilakukan secara serentak. Ia sangat antusias menyambut pemilu ini. Pada kesempatan pemilu tahun ini, dia akan menyampaikan hak pilihnya.

Siswa SMK NU Ma’arif Kudus lain, Irfan Nor Rohmad, akan mengikuti pemilu karena sudah memasuki usia diperbolehkan nyoblos. ”Saya sudah bisa berpartisipasi dalam memilih calon pemimpin yang baik dan kelak akan mewujudkan negara yang lebih maju,” imbuhnya. (ayuk, anam, diki, sari, mia, ni'mah, aslihah, yakub, arzaq, lisoh, safina)

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia