Kamis, 23 May 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Untuk Menarik Pengunjung, Disperindag Tambah Fasilitas Pusat Kuliner

14 April 2019, 01: 46: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

PUSAT KULINER: Pusat kuliner yang berdiri di eks stasiun lama akan mendapat penambahan sarana dan prasarana.

PUSAT KULINER: Pusat kuliner yang berdiri di eks stasiun lama akan mendapat penambahan sarana dan prasarana. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

GROBOGAN - Setelah di tempati pedagang sejak awal tahun ini, pusat kuliner di eks stasiun lama Jalan Banyuono, Grobogan, terus dilakukan penambahan sarana dan prasarana. Tahun ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan menambah berbagai fasilitas. Agar menarik masyarakat berkunjung ke lokasi tersebut.

Kepala Disperindag Grobogan Karsono mengungkapkan, pusat kuliner yang berdiri di lahan milik PT KAI (Kerita Api Indonesia) memiliki luas 6.041 meter persegi itu dibangun sebanyak 70 shelter. Pembangunan itu menggunakan anggaran sebesar Rp 4,070 miliar.

Dana tersebut untuk rabat beton halaman, gedung bank mitra, IPAL, dan shelter. Tahun ini mendapatkan dana tambahan untuk menambah sarana sekitar Rp 615 juta. Dana itu untuk pembangunan musala, panggung hiburan, foodcourt, tempat pusat oleh-oleh khusus Grobogan, hingga tempat bermain anak.

Menurutnya, rencananya tahun ini mulai dikerjakan. Pendirian fasilitas tersebut dinilai penting. Mengingat untuk menarik pengunjung.

”Selama ini sudah ada beberapa komunitas atau pun kelompok tertentu mengadakan acara di sana. Tapi fasilitas yang kami beri belum lengkap, maka adanya panggung hiburan ini diharapkan bisa mengaktifkan pusat kuliner. Sehingga ada banyak acara yang tersaji di sana,” ungkapnya.

Diungkapkan, lahan milik PT KAI yang dipakai untuk pusat kuliner ini dikenakan biaya sewa sekitar Rp 246 juta per tahun. Biaya tersebut akan dibebankan pada pedagang yang menyewa kios. ”Kalau dihitung, pedagang harus bayar sewa 3,5 juta per tahun atau 300 ribu per bulannya,” jelasnya.

Menurutnya, sistem sewa diterapkan karena dinas dituntut menyumbang pemasukan ke daerah setelah menyewa lahan dari PT KAI. Keharusan adanya pemasukan itu berdasarkan saran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Setiap uang APBD yang digunakan untuk komersial harus kembali,” jelasnya.

Selain pusat kuliner di eks stasiun lama, Disperindag juga akan mendirikan pusat kuliner di taman hijau kota dan di eks terminal lama. Kedua titik itu akan didirikan dan di tempati per akhir tahun ini.

(ks/zen/int/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia