Kamis, 19 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Tak Miliki Jamban, Enam Kecamatan Ini Dapat Bantuan Dinkes

13 April 2019, 14: 39: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

Tak Miliki Jamban, Enam Kecamatan Ini Dapat Bantuan Dinkes

PURWODADI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan terus menargetkan peningkatan kualitas jamban. Sebab, sampai saat ini masyarakat masih ada yang memakai akses sanitasi dasar berupa jamban cemplung, kendati demikian, Grobogan dinyatakan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sejak 2016 silam.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kasi Kesehatan Lingkungan Jati Yuswaningsih mengatakan, peningkatan kualitas jamban penting dilakukan. Sebab masih banyak masyarakat yang memakai jamban semi permanen maupun sharing, yakni numpang ke tetangga.

”Maka, mulai tahun ini kami mengusulkan bantuan hibah air limbah melalui APBN untuk Jamban Sehat Permanen (JSP). Tahun ini pembangunan di enam kecamatan, yakni di Kecamatan Tawangharjo, Wirosari, Geyer, Toroh, Brati, dan Purwodadi,” jelasnya.

Nantinya, hibah yang diberikan berupa fisik. Karena baru 13 desa di enam kecamatan yang tahun ini mendapatkan bantuan. Tahun depan, pihaknya akan mengusulkan kembali. Sehingga peningkatan kualitas bisa segera terselesaikan.

”Tahun ini target secara umum untuk peningkatan kualitas akes layak mencapai 98 persen dengan akses dasar 2 persen. Namun, tahun ini baru bisa mencapai 65,44 persen,” jelasnya.

Menurutnya, suksesnya Bebas BABS utamanya harus didukung dengan perubahan perilaku dari masyarakat sendiri. Utamanya melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

”Kami ingin merubah perilaku masyarakat dalam peningakatan akses sanitasi layak ini. Terpenting bisa berubah mindset agar tak kembali BABS ke bantaran sungai. Serta menggunakan akses semi permanen. Karena dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Dengan adanya program ini dinilai efektif, karena meningkatkan kebersihan dan pola hidup sehat bagi masyarakat. “Sangat penting dan bermanfaat untuk kesehatan masyarakat. Karena jamban merupakan suatu tempat pembuangan kotoran yang dapat berdampak bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya berharap ke depan secara bertahap pembuatan JSP warga ini akan tuntas, sehingga tidak adanya warga yang mandi cuci kakus (MCK) menggunakan semi permanen mau pun sharing dengan tetangga. Sehingga menjadikan kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat meningkat.

(ks/mal/int/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia