Selasa, 21 May 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Danramil dan Babinsa Kompak Bantu Pasang Jamban di Rumah Warga

12 April 2019, 10: 17: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

TURUN TANGAN: Danramil 03/Batealit Kapten Czi Dono Susilo Bersama Babinsa Desa Ngasem, Batelait, membantu warga memasang klosed pada program jambanisasi.

TURUN TANGAN: Danramil 03/Batealit Kapten Czi Dono Susilo Bersama Babinsa Desa Ngasem, Batelait, membantu warga memasang klosed pada program jambanisasi. (KODIM FOR RADAR KUDUS)

BATEALIT – Karya Bhakti TNI Semester I tahun 2019 Koramil 03/Batealit Kodim Jepara diisi dengan kegiatan jambanisasi. Babinsa di wilayah Koramil 03/Batealit turun langsung ikut memasang jamban di rumah warga penerima bantuan.

Seperti yang dikerjakan Babinsa Desa Ngasem, Batealit, Pelda Sugiyanto belum lama ini. Ia membantu warga RT 5/RW 7, Desa Ngasem, Batealit, Harun memasang klosed bantuan dari koramil. Bahkan, Danramil 03/Batealit Kapten Czi Dono Susilo secara langsung terjun membantu anggota dalam pembuatan jamban.

Kapten Czi Dono Susilo mengatakan, tujuan pembangunan jambanisasi yang dilaksanakan TNI ini, karena masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki jamban sehat.

”Harapannya, dengan pembangunan beberapa jamban, masyarakat khususnya warga Desa Ngasem mampu merubah pola dan gaya hidup menjadi lebih sehat. Yang biasanya menjadikan sungai dan kebun sebagai tempat untuk buang hajat. Sekarang sudah ada jamban yang sehat,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan buang air besar sembarangan mempunyai dampak yang berbahaya. Karena sungai akan menjadi kotor. Hal ini  bedampak pada pencemaran lingkungan.

”Ini juga sebagai wujud dukungan kita kepada pemerintah dalam progam Open Defecation Free (ODF). Hal ini juga merupakan kepedulian TNI dalam menyejahterakan rakyat,” ujarnya.

Harun, warga yang mendapatkan bantuan jambanisasi mengucapkan terima kasih kepada TNI. Sebab, telah peduli dan membantu warga dalam pembuatan jamban. ”Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak tentara yang sudah membangun jamban. Bagi kami, membuat jamban sangatlah tidak mungkin, karena keterbatasan ekonomi kami,” katanya.

(ks/lin/war/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia