Kamis, 19 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Begal di Jalingkut Terpaksa Ujian Nasional di Kantor Polisi

Buku dan Seragam Dibawa ke Mapolres

12 April 2019, 10: 06: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

Tersangka Begal di Jalingkut Terpaksa Ujian Nasional di Kantor Polisi

KUDUS – Satu tersangka begal diJalan Lingkar Utara timur Taman Oasis berinisial MZ, menjalani ujian sekolah berstandar nasional (USBN) kemarin. Dia siswa kelas IX salah satu MTs swasta di Kudus. Dia terpaksa mengerjakan ujian itu di Mapolres Kudus. Satu pengawas utusan sekolah menjaganya.

Diberitakan sebelumnya Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Kudus berhasil mengamankan tujuh pelaku tindak pidana curas tersebut pada Jumat (5/4). Ketujuh pelaku tersebut yang sekarang diamankan di Polres Kudus semuanya masih di bawah umur. Mereka sebelumnya melakukan pembegalan di Jalan Lingkar Utara timur Taman Oasis Selasa (2/3). Korbannya siswa salah satu SMK di Kudus.

Informasi tersebut disampaikan kepala sekolah MTs tempat MZ bersekolah Abdul Hadi. Hadi mengatakan, khusus untuk satu siswa yang tersandung kasus tersebut melaksanakan USBN menggunakan paper atau lembar jawab komputer.

”Kalau di MTs pelaksanaan USBN menggunakan komputer, namun khusus untuk MZ menggunakan manual karena mengerjakan ujiannya di Polres Kudus. Kami pihak sekolah sudah konsultasi ke Kementerian Agama (Kemenag) Kudus dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora). MZ bisa mengerjakan ujian di kantor polisi,” jelasnya.

Dia menambahkan pertimbangan mengerjakan di Mapolres Kudus supaya psikologis tersangka tetap baik. Begitu juga teman-temannya di sekolah tetap terjaga. Hadi mengaku ada dua siswanya yang terlibat kasus begal yakni MB.

Namun, berdasarkan penuturannya, MB tidak diperkenankan mengikuti ujian karena hampir dua bulan terakhir tidak masuk sekolah. Bahkan tidak mengikuti ujian-ujian sebelumnya. Berbeda dengan MZ masih rajin masuk sekolah dan mengikuti les. Bahkan dua ujian sebelumnya sudah diikutinya dengan baik.

”Ya, kalau MZ di kalangan sekolah terbilang anak yang baik. Kalau ada kenalakan ya sewajarnya masih bisa diberi pengertian guru-gurunya. Tapi kalau MB sudah terlewat batas, pernah ditegur guru atau diingatkan, dia (MB, Red) tidak terima dan menantang guru,” jelasnya.

Hadi juga sudah berusaha komunikasi dengan orang tua MB, tapi tidak ada respon sampai akhirnya tersandung kasus. Dia menuturkan, sekolah sudah berupaya mendidik dengan baik, tapi kalau sudah di luar sekolah menjadi tanggung jawab keluarga.

”MZ juga akan mengikuti ujian nasional (Unas) manual. Dia dimasukkan kategori Unas untuk sekolah berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Dia menambahkan, MTs dan SMP secara keseluruhan sudah menggunakan komputer. Kalau soal USBN yang buat sekolah jadi bisa di gandakan sendiri, tapi kalau UNBK solusinya memang ikut soal anak berkebutuhan khusus.

Untuk jadwal USBN MTs, Hadi menjelaskan, dimulai Kamis (11/4) hingga Sabtu (13/4). Kemudian disambung lagi Senin (15/4) dan Selasa (16/4), terpotong pemilu, terus dilanjutkan Kamis (18/4). Jeda pelaksanaan Unas yakni Senin (22/4) hingga Kamis (25/4). Setelah selesai dilanjut kembali sisa USBN yang dilaksanakan Kamis (2/5) dan Jumat (3/5).

Di tempat terpisah, Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasatreskrim AKP Rismanto membenarkan, kalau MZ menjalani USBN kemarin. Disiapkan ruang khusus untuk mengerjakan ujian.

”Ini permintaan pihak sekolah dengan pertimbangan psikologis anak. MZ, hari ini (kemarin, Red) mengerjakan ujian dua mata pelajaran (mapel) yakni bahasa Indonesia dan matematika,” jelasnya.

Rismanto menambahkan, persiapan ujian MZ juga belajar. Dibawakan buku-buku pelajarannya dan seragam oleh pihak keluarga. Untuk pengawasan ujian ada satu guru dari sekolah. Waktu mengerjakan ujian dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00, berjalan lancar,” ungkapnya.

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia