Kamis, 19 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Cemerlang, Selama 2018 Erajaya Catat Pertumbuhan Pendapatan 43 Persen

Laba Bersih Meningkat 150 Persen

12 April 2019, 09: 51: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

Cemerlang, Selama 2018 Erajaya Catat Pertumbuhan Pendapatan 43 Persen

JAKARTA – PT Erajaya Swasembada, Tbk (ticker code: ERAA. IJ) baru saja merilis laporan keuangan 2018. ERAA mencatat pencapaian kinerja keuangan yang sangat memuaskan dengan pertumbuhan pendapatan 43 persen. Ini disebabkan peningkatan penjualan melalui ekspansi pasar yang dilakukan secara agresif di Indonesia.

Beberapa ringkasan kinerja keuangan ERAA pada periode 2018 yakni, penjualan tumbuh 43 persen YoY dari Rp 24,2 triliun di 2017 menjadi Rp 34,7 triliun di 2018. Di mana peningkatan ini dikontribusi oleh peningkatan volume penjualan smartphone.

Selain itu, laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk naik 150 persen YoY dari Rp 339,5 miliar menjadi Rp 850,1 miliar selama 2018. Kemudian, peningkatan beragam jenis produk yang banyak diminati pasar menyebabkan kenaikan margin kotor dan laba bersih, masing-masing 9,1 persen dan 2,5 persen di 2018.

Budiarto Halim, presiden direktur PT Erajaya Swasembada Tbk, mengatakan, pihaknya dengan bangga mengumumkan hasil kinerja positif ERAA di 2018 dengan pertumbuhan penjualan mencapai 43 persen dan laba bersih 150 persen. Pencapaian ini sangat luar biasa, jika dibandingkan dengan kondisi pasar yang secara umum tak tinggi pada tahun sebelumnya.

”Kami melihat 2018 memiliki momentum yang positif dalam penjualan smartphone. Saat ini, smartphone sudah dianggap bagian penting sebagai pendukung aktivitas sehari-hari. Semakin hari, semakin banyak pelanggan yang tertarik dengan smartphone berkualitas dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Hasan Aula, CEO ERAA menambahkan, dalam rangka mengembangkan skala bisnis ERAA dan menangkap peluang atas permintaan pasar, saat ini modal kerja terutama pada stok persediaan meningkat hingga akhir 2018. Dalam hal ini, perputaran rata-rata perputaran persediaan meningkat hingga di atas 50 hari. Ini menyebabkan meningkatnya perputaran arus kas perseroan.

”Untuk itu, level pinjaman bank kami pun meningkat. Kami sebagai manajemen ERAA mempertimbangkan hal-hal tertentu sebagai prioritas utama kami. Faktanya, saat ini kami dalam proses mengambil langkah-langkah untuk berubah bersama dengan principals dan partners untuk meningkatkan kinerja kedepannya,” terangnya.

Pada 2018, Erajaya menjual lebih dari 16 juta smartphone. Jumlah ini naik sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata harga penjualan produk (ASP) juga meningkat sekitar 13 persen dan mencapai Rp 1,8 juta.

Hal ini memberikan penetrasi pasar yang lebih baik dan memperlihatkan minat yang tinggi terhadap smartphone berkualitas dengan harga terjangkau. Teknologi yang semakin berevolusi mendorong setiap brand untuk menciptakan smartphone terkini yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

Untuk melakukan ekspansi dalam memasarkan produknya, ERAA juga membuka toko retail secara agresif selama 2018. Yaitu dengan membuka 212 toko di Indonesia, Malaysia, dan Singapore dengan total toko yang dimiliki sejumlah 936 toko retail.

ERAA sendiri, merupakan salah satu perusahaan di bidang importer, distributor, dan retailer peralatan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Berdiri pada 1996, Erajaya menjalankan kegiatan usaha importer, distribusi, dan perdagangan ritail perangkat telekomunikasi selular seperti telepon selular dan tablet, subscriber identity module card (SIM card), voucher isi ulang operator jaringan selular, aksesori, perangkat internet of things (IoT) seperti drone, action camera, produk wearable, dan sebagainya.

Pada 2011, ERAA resmi menjadi perusahaan terbuka dan menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Langkah ini menjadikan Erajaya sebagai perusahaan terbesar dalam bisnisnya di Indonesia.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia