Minggu, 25 Aug 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Pengurangan Sampah Plastik, Upaya Pembentukan Pendidikan Karakter

11 April 2019, 15: 41: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

Susi Hermayanti, S.Pd.; SMA N 1 Jekulo Kudus

Susi Hermayanti, S.Pd.; SMA N 1 Jekulo Kudus (dok pribadi)

Share this      

PENGGUNAAN bahan plastik yang berlebihan berdampak pada peningkatan produksi sampah plastik setiap tahun. Akibatnya, sampah plastik yang dihasilkan setiap hari semakin menumpuk. Padahal sampah plastik membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan sangat sulit diuraikan dalam tanah.

Dikutip dari CNN.com, sampah bentuk kantong plastik, membutuhkan waktu 10 hingga 12 tahun untuk dapat terurai. Botol plastik membutuhkan waktu 20 tahun untuk hancur, karena polimernya lebih kompleks dan tebal. Sterofoam biasa yang sering digunakan di Indonesia, membutuhkan waktu 500 tahun untuk hancur sempurna.   

Dampak pemakaian bahan plastik ada beberpa hal. Pertama, berkurangnya tingkat kesuburan dan kemanfaatan tanah. Kedua, tercemarnnya tanah, air tanah, dan makhluk hidup di bawah tanah. Ketiga, matinya hewan pengurai dalam tanah. Keempat, tercemarnya udara akibat pembakaran sampah plastik. Dan kelima, menurunnya kualitas hidup di lingkungan.

Mengingat dampak negatif yang luar biasa dari penggunaan bahan plastik, SMA N 1 Jekulo mencanangkan program pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah. Kegiatan berupa imbauan bagi warga sekolah untuk meminimalisir pemakaian kemasan plastik. Semua makanan dan minuman yang disediakan di koperasi dan kantin tidak diperbolehkan memakai bungkus/kemasan plastik. Pihak sekolah membentuk tim untuk  menjalankan program. Tim inilah yang merencanakan kegiatan, melakukan sosialisasi, melakukan pengawasan serta evaluasi program.

Tahap awal, tim melakukan sosialisasi kepada pengurus koperasi dan pengelola kantin. Mereka dilarang menjual makanan/minuman yang berkemasan plastik. Juga disepakati kategori makanan/minuman berkemasan plastik yang diperbolehkan. Mereka wajib menyediakan peralatan makan yang tidak berbahan plastik saat siswa makan/minum di tempat. Jika ada yang melanggar aturan, maka akan dikenakan sanksi baik lisan, tertulis, maupun pemutusan hubungan kerja dengan sekolah.

Selanjutnya, pihak sekolah memfasilitasi program dengan membagikan tempat minum dan makan gratis kepada seluruh siswa. Peralatan ini wajib dibawa setiap harinya. Digunakan saat membeli makanan dan minuman dari kantin untuk dibawa ke kelas. Sekolah membudayakan hidup disiplin kepada siswa. Siswa yang tidak membawa peralatannya sendiri, tidak dapat membawa minuman dan makanannya ke dalam kelas.

Setiap kelas difasilitasi wadah besar untuk menyimpan peralatan. Juga bahan pencuci serta serbet/lap untuk mengeringkan peralatan. Pendidikan karakter bertanggung jawab ditanamkan pada siswa. Setiap siswa wajib mencuci peralatan yang telah dipakai. Dan merapikanya dalam wadah yang sudah disediakan. Bagi siswa yang diketahui melanggar, dikenakan sanksi berupa teguran lisan, penambahan skor pelanggaran maupun pemanggilan orang tua/ wali.

Kampanye tertulis juga dilakukan di lingkungan sekolah. Berupa pemasangan spanduk dan slogan-slogan bahaya sampah plastik di taman-taman, sekitar koperasi dan kantin, serta lokasi-lokasi strategis lainnya. Harapannya, setiap kali warga sekolah membaca, tumbuh kecintaaan dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Tertanam dalam diri bahwa sampah plastik merusak masa depan.  

Hasil pengawasan dan evaluasi, terjadi perubahan pola hidup yang luar biasa di lingkungan sekolah. Tumpukan sampah plastik di tong-tong sampah di depan kelas berkurang secara signifikan. Tidak lagi ditemukan kemasan plastik sisa tertinggal di pojok-pojok kelas, di tangga sekolah, maupun di lokasi strategis lainnya. Tidak lagi ditemukan hamburan sampah plastik tertiup angin di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah tampak bersih tanpa tumpukan sampah plastik di tong sampah.

Harapan ke depan, program berjalan selamanya. Demi peningkatan pendidikan karakter siswa. Demi menyelamatkan generasi muda untuk hidup bersih tanpa sampah plastik. Dibutuhkan kerjasama positif dengan segenap warga sekolah. Semoga program ini mampu menginspirasi pihak lain, sehingga bumi terselamatkan akibat pemakaian kemasan plastik. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia