Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Apem dari Lingkungan untuk Pembelajaran Matematika yang Efektif

11 April 2019, 15: 20: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

Sarjono, S. Pd.; Guru Matematika di SMP Negeri 1 Gabus Pati

Sarjono, S. Pd.; Guru Matematika di SMP Negeri 1 Gabus Pati (dok pribadi)

Share this      

SAMPAI saat ini, salah satu problem pendidikan matematika sekolah yakni pembelajaran matematika yang masih belum efektif. Hal ini juga terjadi di SMP N 1 Gabus. Pembelajaran matematika yang diberikan pada setiap jenjang pendidikan juga belum membuat sebagian besar siswa senang belajar matematika serta termotivasi untuk mendalaminya. Meskipun di SMP N 1 Gabus diberikan dengan jumlah jam yang cukup banyak (5 jam pelajaran per minggu).

 Hal ini terlihat dari hasil belajar matematika baik aspek relegius, sikap, pengetahuan, maupun keterampilan matematika siswa yang masih rendah. Sebagai contoh, laporan hasil ujian nasional mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2017/2018 di SMP N 1 Gabus menunjukkan klasifikasi C dengan rata-rata 54,7. Keterbatasan sumber belajar, kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran menjadi beberapa sebab belum efektifnya pembelajaran matematika.

Perencanaan pembelajaran yang baik diperlukan agar pembelajaran dapat efektif. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pemilihan media pembelajaran. Dan pemerolehan hasil belajar lebih tinggi apabila belajar dilakukan dengan menggunakan indra ganda. Penggunaan indra ganda ini dapat dilakukan melalui pengalaman memanfaatkan media pembelajaran berupa alat peraga manipulatif (Apem) sebagai sumber belajar.

Sejalan dengan hal tersebut menurut Muhsetyo, dkk (2012:2.31) mendefinisikan bahwa media manipulatif adalah bahan yang dapat dimanipulasikan dengan tangan, diputar, dipegang, dibalik, dipindah, diatur, atau ditata atau dipotong-potong.

Apem adalah objek yang didesain untuk menyatakan ide matematika secara konkret. Objek-objek tersebut dapat dilihat, diraba, dan dipegang serta dimanfaatkan dalam pembelajaran. Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di sekitar siswa.

Jadi, Apem dari lingkungan merupakan benda konkret/alat peraga yang sengaja dibuat/langsung digunakan dari bahan-bahan di sekitar lingkungan siswa dan dapat dimanipulasikan (diraba, dipegang, dipindah-pindahkan, diotak atik, atau dibongkar pasang) serta digunakan siswa atau guru untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dari guru untuk memanfaatkan objek di sekitar lingkungan siswa yang dapat digunakan sebagai Apem agar pembelajaran lebih bermakna, dan efektif sesuai tujuan pembelajaran dan hasil yang diharapkan.

Berikut ini beberapa contoh Apem dari lingkungan. Pertama Lidi pada materi keliling bangun datar, sifat –sifat sisi segitiga dan segiempat serta Teorema Pythagoras. Kedua Kulit jeruk untuk membuktikan bahwa luas bola = 4 x luas lingkaran. Ketiga Beragam kardus bekas atau kotak kemasan untuk membuktikan rumus luas permukaan bangun ruang sisi datar. Keempat Batu, kerikil, pasir, beras, sagu pada materi volume bangun ruang.

Manfaat Apem adalah untuk meningkatkan kemampuan penalaran masalah matematika peserta didik sehingga berdampak positif pada prestasi belajar matematika dan aktivitas belajar matematika. Jadi, pembelajaran matematika yang efektif adalah seluruh kegiatan yang menfasilitasi pengalaman belajar siswa dalam membangun pengetahuan melalui proses interaksi  antara siswa dengan guru, antara siswa dengan siswa, dan antara siswa dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar  sehingga dapat mencapai tujuan belajar matematika. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia