Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Jadi Desa Wisata, De Bale Cingkrong Lestarikan Permainan Tradisional

11 April 2019, 14: 41: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

WAHANA BARU: Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Kepala Desa Cengkrong Jasmi dalam peresmian De Bale Cingkrong di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi kemarin.

WAHANA BARU: Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Kepala Desa Cengkrong Jasmi dalam peresmian De Bale Cingkrong di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Peresmian wisata De Bale Cingkrong di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi berlangsung meriah. Pembukaan wisata edukasi permainan tradisional tersebut dibuka secara langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni dengan memotong pita dan penandatanganan prasasti kemarin.

Bupati dalam pembukaan tersebut memberikan apresiasi dan penghargaan wahana wisata yang dibentuk Pemerintah Desa Cingkrong setempat. Pariwisata yang dikelola oleh BUMDes setempat menjadikan geliat wisata Grobogan semakin meningkat. Pembukaan wisata tersebut juga dihadiri Forkopinda dan Kepala OPD terkait.

”Adanya wisata baru “De Bale Cingkrong” ini, mampu menjadi wisata mandiri yang dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat desa dari sektor pariwisata. Saya berharap bisa menjadi mesin penggerak dalam bidang usaha pariwisata, dan menjadi tonggak awal majunya wisata dan menambah rasa kepedulian akan pariwisata,” kata Bupati Sri Sumarni usai melihat secara langsung wahana wisata terdiri dari permainan tradisional, angklung, dan naik bebek air secara langsung.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga melihat arena outbond yang dikembangkan dan air kolam renang. Kemudian menjajal kuliner Desa di wisata tersebut. Bupati menambahkan, wahana wisata  ‘De Bale Cingkrong’ merupakan salah satu upaya dalam pengembangan pariwisata yang memiliki daya saing. Dengan adanya destinasi wisata baru ini, masyarakat harus siap menerima pengunjung dan memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran wisata dan menjaga keseimbangan alam agar destinasi wisata tidak rusak.

”Wahana wisata baru ini bisa menggugah wisatawan untuk mengunjungi serta menikmati  berbagai destinasi wisata yang ada. Agar diminati, industri pariwisata secara periodik  dikenalkan dan dipromosikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Kepala Desa Cingkrong Jasmi mengatakan, pembangunan wisata De Bale Cingkrong dimulai awal Januari 2019. Pembuatan pariwisata yang terletak di belakang Balai Desa setempat menggunakan dana desa sebesar Rp 500 juta untuk pembuatan BUMDes dengan luasan tiga ribu meter persegi.

”Konsepnya ada fun dan edu. Kita ada edu lalu lintas, edu, dan kreatif batik. Untuk fun ya kami ada aneka permainan zaman dahulu. Ada pula dermaga cinta dilengkapi bebek gowes, kolam renang anak, dan arena outbond.” Dia mengaku kontribusi yang masuk akan dimasukkan kas desa dan perawatan.

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia