Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Sportainment

Matikan Lawan, Tim Voli Pantai Maksimalkan Program Latihan Spike

11 April 2019, 11: 17: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

FOKUS BOLA: Atlet voli pantai Kudus di lapangan Ngembalrejo, Bae, Kudus, kemarin. Latihan rutin dilakukan jelang Popda Provinsi Jawa Tengah bulan ini.

FOKUS BOLA: Atlet voli pantai Kudus di lapangan Ngembalrejo, Bae, Kudus, kemarin. Latihan rutin dilakukan jelang Popda Provinsi Jawa Tengah bulan ini. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Tim voli pantai Kudus akan memaksimalkan program latihan spike. Hal itu untuk mendulang poin di Popda Provinsi Jawa Tengah bulan ini. Program spike dirasa efektif untuk mematikan lawan dan mengumpulkan poin.

Program latihan spike ini bahkan telah jauh-jauh hari dilatih menjelang pra pertandingan. Yakni melalui drill materi spike untuk meraih poin. Sebab, praktiknya tidak bisa sekali spike langsung dapat mematikan lawan. Perlu beberapa kali pengulangan spike. Agar poin demi poin dapat diraih.

Program penunjang spike juga terus digenjot. Di antaranya menambah daya power spike, daya loncat, dan daya speed. Bentuk latihan di lapangan dilakukan Didik dengan cara melempar bola ke beberapa atlet. Nantinya, atlet menyelesaikannya dengan cara spike. Baik itu open spike, medium spike, dan quick spike.

Ada beberapa teknik. Misalnya untuk open spike dengan bola yang relatif tinggi, sedang, atau bahkan pendek. Tujuannya agar anak asuhnya terbiasa melakukan jangkauan tinggi. Sementara untuk medium spike dilakukan dengan bola-bola semi. Untuk quick spike digunakan pada saat kondisi angin sedang kencang. Program spike atau menyerang biasanya dilatih setiap Senin. Namun, mendekati pra pertandingan dilatih setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Spike memang menjadi prioritas utama tim voli pantai Kudus SMA untuk meraih poin. Sebab, kalau hanya mengandalkan servis menyerang terkadang kurang efektif karena lebih mudah dipatahkan lawan. Sementara spike lebih efektif.

Meski terbilang efektif, spike juga bergantung pada kualitas umpan. Hal ini disampaikan oleh pelatih voli pantai Kudus Didik Maryadi. ”Kalau umpan yang diberikan bagus, kami akan instruksikan anak untuk menyerang dengan spike keras,” terangnya. Sementara untuk situasi bola lambat tergantung kondisi di lapangan.

Soal siapa yang bertugas melakukan spike, kedua posisi di permainan voli pantai seperti blocker dan defender boleh melakukannya. Didik menambahkan, anak asuhnya sudah dapat memahami program latihan spike yang diinstruksikannya. Anak asuhnya bahkan menambah porsi latihan sendiri untuk program spike ini.

Semua program telah diberikan oleh Didik, meliputi servis, defense, blocker, spike dan beberapa program lainnya. Dirinya berharap anak-anaknya dapat tampil maksimal. ”Semoga anak-anak dapat bermain all-out di Popda Jateng nanti,” harapnya. (vga)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia