Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Bupati Sumbang Dua Lagu Daerah dalam Pertunjukan Ketoprak Dinkominfo

11 April 2019, 10: 37: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

HIBUR WARGA: Bupati Djoko Nurgoro saat tampil dalam sosialisasi ketentuan di bidang cukai tembakau 2019 yang dikemas melalui pertunjukan seni ketoprak di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan belum lama ini.

HIBUR WARGA: Bupati Djoko Nurgoro saat tampil dalam sosialisasi ketentuan di bidang cukai tembakau 2019 yang dikemas melalui pertunjukan seni ketoprak di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan belum lama ini. (HUMAS PEMKAB BLORA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora sukses menggelar pertunjukan seni ketoprak di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan belum lama ini. Bahkan, Bupati Blora Djoko Nugroho turut menyumbangkan lagu daerah.  

Pertunjukan ini digelar dalam rangka sosialisasi ketentuan di bidang cukai tembakau 2019 bagi masyarakat Desa Nglebak. Dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho juga menyempatkan diri naik panggung untuk menghibur ribuan warga Blora Selatan tersebut.

Pria yang akrab disapa Kokok ini menyanyikan dua buah lagu. Salah satunya Caping Gunung. Sejumlah penonton, nampak ikut menikmati dengan tarian mengikuti irama gamelan jawa. Meski di lokasi becek setelah hujan deras di wilayah setempat, namun suasana cukup meriah dan penonton tak beranjak hingga akhir acara.

”Saya mengapresiasi, pertunjukan seni harus tepat waktu dan tidak sampai pagi. Agar anak-anak juga bisa ikut menonton,” terangnya.

Rencananya, bupati juga mengatakan akan membuat Perbup yang isinya masa jabatan perangkat desa berakhir hingga usia 60 tahun. ”Saat ini perangkat ada tiga Surat Keputusan (SK), ada yang 20 tahun, 60 tahun, dan 65 tahun. Maka akan dibuat Perbup yang isinya semua perangkat desa masa jabatannya hingga 60 tahun,” jelasnya.

Kepada pemerintah Desa Nglebak, bupati berjanji akan memberi bantuan senilai Rp 200 juta untuk pembangunan kantor desa setempat. Selain itu, secara bertahap akan terus dilakukan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Blora selatan.

Kepala Dinkonminfo Kabupaten Blora Sugiyono mengatakan, sosialisasi ketentuan di Bidang Cukai Tembakau atau Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2019 ini disampaikan dengan media seni kethoprak. Dengan harapan agar masyarakat memahami dan menyadari terkait legalitas cukai tembakau.

”Kalau produk tembakau yang dijual di warung atau toko ada pita cukai yang resmi, berarti ada pendapatan yang masuk ke kas negara. Uang tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan seperti infrastruktur jalan atau jembatan dan gedung pemerintah,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam sosialisasi kemarin, menampilkan Ketoprak Wahyu Ngesti Utomo pimpinan Didik Prasetyo dari Karangtawang, Kecamatan Tunjungan. Acara diawali acara dengan persembahan tari gambyong dan mengambil cerita daerah Dumadine Kutha Banyuwangi.

Sementara pada acara lawak, disampaikan pesan terkait ketentuan bagi warga pengguna produk tembakau dan menyampaikan informasi kepada warga tentang stunting. ”Mari saudara-saudara, perhatikan, teliti, jangan produk tembakau yang tidak bercukai resmi,” kata pelawak seni kethoprak di atas panggung.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia