Kamis, 23 May 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Mayoritas SMP Mampu UNBK Mandiri

11 April 2019, 12: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

GLADI BERSIH: Siswa SMP mengikuti gladi bersih sebagai salah satu persiapan menghadapi UNBK dua pekan lagi.

GLADI BERSIH: Siswa SMP mengikuti gladi bersih sebagai salah satu persiapan menghadapi UNBK dua pekan lagi. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Tinggal dua pekan lagi, siswa SMP mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di Kudus sendiri, ada 27 SMP negeri yang menggelar UNBK mandiri. Hanya satu sekolah yang masih menumpang ke SMP lain untuk UNBK.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, ujian nasional (Unas) SMP seluruhnya sudah menggunakan komputer. Hanya ada beberapa sekolah yang masih menumpang.

Berdasarkan data yang dimiliki Disdikpora, untuk SMP negeri yang melaksanakan UNBK mandiri berjumlah 27 sekolah. Sedangkan yang masih menumpang sebanyak satu sekolah.

Sementara itu, SMP swasta yang melaksanakan UNBK mandiri berjumlah delapan sekolah. Kemudian yang menumpang berjumlah 13 sekolah. Untuk jumlah siswa yang mengikuti unas sebanyak 7.850 peserta didik. Diantaranya SMP negeri berjumlah 6.501 siswa sedangkan swasta berjumlah 1.349 siswa.

”Kesiapan masing-masing sekolah sudah menyatakan siap. Termasuk perangkat komputer. Untuk saat ini siswa kelas IX SMP ada waktu senggang sebelum menuju Unas. Kami imbau pengawasan orang tua harus diperketat,” tegasnya.

Joko menambahkan, ada beberapa sekolah yang melakukan karantina siswanya supaya fokus Unas. Menurutnya, ini hal yang positif, karena ada pantauan juga dari guru-guru. Terkadang orang tua juga masih lengah. Hal ini menghindari kejadian yang tidak diinginkan di luar rumah.

Sementara itu, untuk siswa juga SD sedang bersiap menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Yang pelaksanaannya bebarengan dengan UNBK SMP yakni Senin (22/4). Joko menambahkan, kalau siswa SD masih menggunakan lembar jawab kerja (LJK). Kemudian soal USBN saat ini sudah diserahkan pada UPT Pendidikan masing-masing kecamatan.

”Jadwal saat ini menyelesaikan ujian praktik, dan diharapkan juga ada pengawasan dari orang tua. Karena, persaingan masuk ke jenjang berikutnya semakin ketat, apalagi ada sistem zonasi, harus benar-benar dipahami,” tandasnya.

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia