alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi Terancam Enam Tahun Kurungan Penjara

10 April 2019, 10: 26: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi Terancam Enam Tahun Kurungan Penjara

KOTA – Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Blora menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya, Ombudsman RI Jawa Tengah. Ombudsman meminta aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap aktivitas yang menyalahi aturan tersebut.

Plh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah Sabarudin Hulu mengaku, pendistribusian solar subsidi sudah ditentukan peruntukannya. Selain itu, aturannya juga sangat jelas. Sehingga tidak boleh disalahgunakan.

Menurutnya, sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian Dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, Pasal 18 ayat (2) menerangkan, Badan Usaha dan/atau masyarakat dilarang melakukan penimbunan dan/atau penyimpanan serta penggunaan Jenis BBM tertentu yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, dalam ayat berikutnya, yaitu ayat (3) dijelaslan lagi bahwa badan usaha dan/atau masyarakat yang melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sesuai aturan itu, setiap orang yang meniru atau memalsukan bahan bakar minyak dan gas bumi dan hasil olahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 juta.  

”Berikutnya, pasal 55 setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah, dipidana dengan penjara paling lama  enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 juta,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha minyak yang biasa mengambil solar bersubsidi mengaku pihaknya memang salah. Namun dia juga menghidupi banyak orang. Sehingga mau tidak mau hal itu tetap dilakukan. Apalagi selama ini dia sudah memberikan atensi kepada aparat. Sehingga usahanya bisa berjalan.

Besarannya bervariatif. Mulai dari Rp 500 ribu sekali jalan. Ada juga atensi tiap bulannya bisa mencapai Rp 2,5 juta. Baik diambil langsung maupun melalui transfer. Belum lagi kalau ada even dan tamu dari luar Blora. ”Bisa dicek dan ditanya yang lain,” ucapnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP