Rabu, 22 May 2019
radarkudus
icon featured
Sportainment

Atlet Voli Pantai Pertajam Reaksi Antisipasi Bola Tipuan

09 April 2019, 13: 16: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

BOLA DEPAN: Atlet voli pantai Kudus beradu di atas net saat berlatih mengantisipasi serangan tipuan lawan di lapangan Ngembal Rejo beberapa waktu lalu.

BOLA DEPAN: Atlet voli pantai Kudus beradu di atas net saat berlatih mengantisipasi serangan tipuan lawan di lapangan Ngembal Rejo beberapa waktu lalu. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Program latihan mengasah bola depan terus dicoba atlet voli pantai putra dan putri. Program ini sebagai antisipasi untuk menghadapi serangan tipuan lawan yang dilakukan di atas net.

Untuk mengatasi serangan semacam itu, atlet voli pantai putra dan putri SMA melatih kecepatan reaksi. Selain itu, atlet juga diberi materi drilling guna mengatasi bola-bola depan. Tujuannya agar mereka terbiasa ketika ada serangan bola-bola depan berupa tipuan atau plesing.

Program drilling itu dilakukan setiap Rabu dan Jumat. Latihan tersebut perlu diasah. Sebab, bagi atlet voli pantai yang masih SMA mengantisipasi serangan tipuan terbilang sulit. Ketua Voli Pantai Kudus Rois Achsin mengatakan, perlu adanya pembiasaan bagi atlet. ”Untuk anak-anak seusia SMA memang terbilang sulit untuk mengatasi bola-bola tipuan,” terang Rois.

Pemberian program latihan antisipasi bola tipuan biasanya juga diselingi dengan program latihan yang sudah disusun setiap Rabu dan Jumat. Ditambah juga dengan program evaluasi bagi tiap-tiap atlet.

Mengatasi bola-bola tipuan adalah tugas semua pemain. Baik itu blocker atau defender. Tergantung serangan lawan mengarah ke siapa. Meski terbilang sulit, program antisipasi bola-bola depan ini sudah rutin diberikan kepada atlet voli pantai. Jadi program antisipasi bola tipuan ini bukanlah program khusus menjelang Popda Provinsi Jawa Tengah.

Program khusus justru ada pada program daya tahan yang diubah menjadi program jog speed. Jog speed yakni program jogging tetapi diikuti dengan tiupan peluit. Saat atlet mendengar tiupan peluit, mereka harus sprint. Program tersebut bertujuan agar atlet memiliki kecepatan saat bertanding. Hanya, waktunya dikurangi. Dari yang berdurasi satu jam menjadi 15 menit.

Program latihan perlu diasah terus. Sebab, kekuatan peserta saat ini terbilang merata. Berkaca pada Popda Provinsi Jawa Tengah untuk voli pantai SMP, daerah-daerah yang awalnya belum terlihat mulai menunjukkan tajinya. Sebut saja Karanganyar, Banyumas, Batang, Pekalongan, dan Magelang. Daerah langganan empat besar seperti Wonogiri putri dan Grobogan putra dan putri justru terlempar dari empat besar. (vga)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia