Minggu, 26 May 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Keluhan Pelanggan Dibalas Senyuman

09 April 2019, 11: 15: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

Sri Falikhatun

Sri Falikhatun (Dok. Pribadi)

BELUM pernah terbesit dalam pikiran Sri Falikhatun menjadi seorang barista. Karena kesibukannya sehari-hari dihabiskan untuk kuliah.

Menjadi barista sudah ditekuninya sejak setahun terkahir. Awalnya, ia hanya ingin mengisi waktu luangnya setelah kuliah dengan bekerja. Namun belum tahu jenis pekerjaannya apa. ”Waktunya di akhir semester kan agak luang. Dari pada menganggur, lebih baik bekerja. Selain dapat penghasilan juga membantu meringankan orang tua,” ujar gadis kelahiran Jepara, 21 November 1996 ini.

Salah satu kakak kelasnya di kampus memiliki usaha coffee shoop. Kemudian menawarkannya pekerjaan sebagai barista. Tanpa pikir panjang, ia bersedia. Meskipun tidak memiliki pengetahuan tentang kopi saat itu. Namun ia bersedia, karena motivasi bekerja apa pun yang penting bisa menambah penghasilan.

”Orang tua sudah membantu biaya kuliah. Untuk sehari-hari saya harus cari uang sendiri,” tutur mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) ini.

Selama menjadi barista, dia butuh waktu sebulan untuk penyesuaian. Mulai jenis kopi hingga cara pembuatannya. Itu pun terkadang pesanan pelanggan kurang sesuai. Baru setelah setengah tahun, kemampuan meracik kopi dan minuman ia kuasai.

”Awal-awal diprotes sama pelanggan. Cita rasanya kurang pas. Itu jadi pembelajaran buat saya,” katanya.

Untuk menghadapi pelanggan, ia selalu menerapkan pelayanan ramah. Senyum dan sapa diberikan saat menawarkan menu dan mengantarkan menu. Itu prinsip yang dia gunakan. ”Meskipun ada keluhan dari pelanggan. Cara mereka menyampaikan santun. Karena saya juga berusaha santun kepada pelanggan,” tandasnya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia