Kamis, 19 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Kuasai Enam Tari Tradisional

08 April 2019, 23: 35: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

Dela Rizki Safitri

Dela Rizki Safitri (DOK PRIBADI)

Share this      

TARIAN tradisional tetap saja menarik minat seseorang. Dela Rizki Safitri misalnya. Gadis kelahiran Pati, 3 Desember 2002 ini bahkan sampai mahir enam tarian tradisional. Dia mengaku tertarik tarian tradisional tersebut karena keunikannya.

Dela sapaan akrabnya, mulai kelas VII SMP sudah menggemari tarian tersebut. Selain unik, dia tertarik karena sejak kecil sering melihat orang menari. Di daerahnya, masih sering pentas kesenian-kesenian lokal.

”Ya selain unik, saya juga bisa ikut melestarikan kesenian asli Indonesia. Kalau bukan anak muda seperti kita siapa lagi. Apalagi dibanding dengan tarian modern atau dari luar negeri, tarian tradisional juga tak kalah menariknya. Mulai dari musik pengiring, gerakan, sampai pada kostumnya,” papar gadis yang masih duduk di kelas X SMAN 1 Kayen ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dela, paling menggemari tarian tradisional terlebih dari gerakan-gerakan, juga ekspresi wajah sang penari. Menurutnya, itu memliki makna tersendiri. ”Uniknya dan menariknya lebih kesana,” terang gadis yang tinggal di Desa Keben, Kecamatan Tambakromo ini.

Dela mengaku, hingga sekarang masih terus mempelajari tarian-tarian tradisional di seluruh Indonesia. Saat ini penyuka warna biru ini telah mahir memainkan enam tarian. Diantaranya tari jaipong, tari sesonderan, tari goyang-goyang, tari soyong, tari jaimasan, dan juga tari genjring. Selama belajar menari, lanjut Dela, menurutnya tak banyak kendala berarti.

”Paling sulit saat harus memenuhi kriteria penilaian seperti wiraga dan sikap tubuh dalam menari. Kesannya lumayan lelah. Ibaratnya kalau menari itu rasanya sudah seperti lari 100 meter. Tapi tetap seru dan menarik,” imbuh Dela.

(ks/aua/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia