alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Mengenal Situs Purbakala Patiayam di Kaki Gunung Muria

05 April 2019, 09: 26: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

SITUS PURBAKALA: Suasanya senja di depan patung gajah purba yang berada di depan situs Purbakala Patiayam.

SITUS PURBAKALA: Suasanya senja di depan patung gajah purba yang berada di depan situs Purbakala Patiayam. (DONNY SETIAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

Desa Terban letaknya terbilang cukup jauh dari pusat Kota Kudus. Meskipun begitu, potensi dan keelokannya tak kalah dengan daerah kota. Banyak potensi wisata yang dimiliki. Mulai dari wisata edukasi hingga wisata alam. Sehingga ia tak kehilangan daya tarik untuk dikunjungi wisatawan.

NAMA Desa Terban, Jekulo cukup terkenal se-Karesidenan Pati. Sebab desa ini menjadi satu-satunya desa yang memiliki destinasi edukasi fosil bernama wisata situs Purbakala Patiayam. Ribuan fosil binatang purba disimpan dan dipelihara di sana. Fosil-fosil purba itu diantaranya gigi geraham, pecahan tengkorak manusia purba, gading Stegodon hingga kerang laut purba.

Dengan banyaknya temuan ini, menjadikan situs Purbakala Patiayam ini cukup kaya akan informasi tentang sejarah. Ini juga yang akhirnya menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung ke sana.

Kepala Desa Terban Agil Widodo mengatakan, tak dipungkiri saat ini wisata di Desa Terban yang lebih banyak dikenal masyarakat memang situs Purbakala Patiayam yang pengelolaannya dibantu oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus.

SAMBUT WISATAWAN: Patung gajah purba yang berada di pintu masuk kawasan situs purbakala Patiayam menyambut setiap kehadiran wisatawan yang berkunjung.

SAMBUT WISATAWAN: Patung gajah purba yang berada di pintu masuk kawasan situs purbakala Patiayam menyambut setiap kehadiran wisatawan yang berkunjung. (DONNY SETIAWAN/RADAR KUDUS)

Selain display fosil yang ada di situs Purbakala Patiayam, masyarakat juga bisa melihat secara langsung fosil gajah purba yang masih menempel di tanah. Untuk menikmati ini, disediakan gardu pandang yang lokasinya tak jauh dari situs Purbakala Patiayam.Tak hanya situs Purbakala, Desa Terban memiliki sejumlah destinasi wisata lainnya yang tak kalah menarik. Agil Dodi itu mengatakan, banyak destinasi wisata terutama wisata alam yang dimiliki Desa Terban. Diantaranya Sendang Pengilon, Goa Jepang, Gou Dalem, Air Terjun Grenjengan, Mbelik Tayem, hingga Ruang Baca Pengilon yang direncanakan akan jadi museum anak-anak.

Dia tak memungkiri jika banyak warga yang tidak tahu destinasi wisata alam di Terban. Selain tidak banyak dipromosikan, juga kurang perhatian dari Pemkab. Misalnya saja akses menuju lokasi yang sulit serta anggaran penunjang menjadi faktor penentu. Ibarat peribahasa, tak ada gading yang tak retak. Maksdunya, pasti tidak ada yang sempurna, tentu banyak kekurangannya. Namun pihaknya tetap tetap berusaha ”Akses untuk ke beberapa lokasi tersebut belum terbentuk,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Terban berencana untuk mengembangkan tempat-tempat tersebut menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi masyarakat luas. Namun saat ini pihaknya mengaku masih terkendala terkait pembangunan akses jalan. ”Kami agak kesusahan karena lahan akses untuk jalan itu sebagian besar milik perhutani,” katanya.

Namun ia tak menyerah dalam berbagai kesempatan rapat dengan Pemerintah Daerah, hal ini selalu dibicarakannya. Ia berharap Pemkab Kudus bisa memberikan bantuan terkait permasalahan yang dihadapi ini.

PELIHARA FOSIL: Petugas situs Purbakala Patiayam sedang melakukan pemeliharaan fosil temuan yang disimpan di situs purbakala Patiayam

PELIHARA FOSIL: Petugas situs Purbakala Patiayam sedang melakukan pemeliharaan fosil temuan yang disimpan di situs purbakala Patiayam (DONNY SETIAWAN/RADAR KUDUS)

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia