alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0

04 April 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Heri Wahyudi, S.Pd.; Guru Mapel Matematika SMP 2 Mejobo

Heri Wahyudi, S.Pd.; Guru Mapel Matematika SMP 2 Mejobo (dok pribadi)

Share this      

SAAT ini kita hidup di zaman modernisasi. Modernisasi diartikan sebagai perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju masyarakat yang modern.  Transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik. Di zaman modernisasi seperti  sekarang, manusia sangat bergantung pada teknologi. Hal ini membuat teknologi menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Kebutuhan manusia akan teknologi juga didukung dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan teknologi berkembang secara cepat dan terus menerus hingga sekarang. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang sederhana sampai yang modern termasuk di bidang matematika.

Matematika merupakan salah satu pelajaran yang sangat penting, karena sangat dominan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika  diberikan pada siswa mulai dari sekolah dasar dan menengah. Di era revolusi industri 4.0 di mana teknologi informasi dan komunikasi lebih diutamakan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran di sekolah juga harus disesuaikan dan dibutuhkan inovasi metode pembelajaran.

            Sudah saatnya guru meninggalkan proses pembelajaran yang cenderung mengutamakan hapalan atau sekadar menemukan satu jawaban benar dari soal. Metode pembelajaran harus mulai beralih menjadi proses pemikiran yang visioner, termasuk mengasah kemampuan cara berpikir kreatif dan inovatif. Hal ini diperlukan untuk menghadapi perubahan dimana pembelajaran matematika di era revolusi industri 3.0 masih didominasi alat peraga sedangkan di era revolusi industri 4.0 lebih pada pemanfaatan aplikasi perangkat lunak. Oleh sebab itu untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 pembelajaran matematika harus menggabungkan antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran online.

            Pembelajaran konvensional yang paling efektif saat ini adalah secara langsung melalui  tatap muka. Pembelajaran tatap muka biasa dilakukan oleh guru dengan siswa di dalam kelas melalui interaksi secara langsung. Pembelajaran ini memiliki keterbatasan dalam hal ruang dan waktu dimana pelajaran matematika di SMP dalam satu minggu hanya 5 jam pelajaran, satu jam pelajaran 40 menit ini dianggap kurang.

Untuk mengatasi kondisi ini selain melalui tatap muka, pembelajaran dapat dilakukan secara jarak jauh atau online. Tujuannya untuk mengantisipasi keterbatasan ruang dan waktu. Melalui media online, guru dan siswa dapat melakukan interaksi tanpa batas bisa dilakukan setiap saat. Pembelajaran tatap muka dan jarak jauh melalui daring (online) dapat diintegrasikan sehingga menghasilkan pembelajaran yang lengkap.

Pembelajaran seperti ini menjadi tuntutan pelaksanaan kurikulum 2013 yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Guru diharapkan tidak hanya melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung di kelas tetapi bisa juga diintegrasikan dengan pembelajaran online. Sedangkan interaksi melalui media online seperti website atau aplikasi. Jenis website yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bisa berupa blog. Guru dapat memanfaatkan blog atau website gratis yang disediakan oleh Wordpress.com, blogger.com, blog.com dan webs.com, nanti blog dijadikan sarana untuk menyampaikan ke siswa yg berupa materi, diktat, media dan lembar kerja yang dapat didownlod oleh siswa untuk dikerjakan mandiri atau kelompok. Selain itu juga, bisa menggunakan media sosial atau aplikasi chat seperti WhatsApp dan dibuatkan grup yang beranggotan siswa dalam satu kelas. Setelah kegiatan belajar mengajar selesai diadakan evaluasi atau penilaian, bisa menggunakan aplikasi ujian online seperti UNBK dan Microsoft Office 365 sebagai upaya pemanfaatan teknologi dan informasi. Penggabungan pembelajaran tatap muka dan online dikenal dengan blended learning. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP