Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Perhutani Gundih Buka 9,8 Hektare Lahan untuk Wisata Alam

03 April 2019, 12: 44: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

BUKA LAHAN: Petugas dari Perhutani Gundih membuka lahan baru untuk wisata di Waduk Kedungombo di lahan seluas 9,8 hektare.

BUKA LAHAN: Petugas dari Perhutani Gundih membuka lahan baru untuk wisata di Waduk Kedungombo di lahan seluas 9,8 hektare. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GEYER – Area wisata di sekitar Waduk Kedung Ombo di Desa Rambat, Kecamatan Geyer segera terealisasi. Perhutani KPH Gundih telah membuka lahan seluas 9,8 hektare untuk objek wisata tersebut.

Pembangunan wisata tersebut berada sebelah barat wisata yang ditutup. Saat ini sudah dikerjasamakan dengan LMDH Rimba Makmur Desa Rambat untuk dijadikan wisata alam. ”Kerja sama dengan Perhutani sudah keluar. Kami tergetkan nanti lebaran bisa dibuka,” kata Rudi Teguh Aryanto, sekretaris LMDH Rimba Makmur kemarin.

Untuk merealisasikan hal tersebut, warga bersama anggota LMDH telah melakukan pembersihan lahan dan pembuatan akses jalan. Tujuannya untuk persiapan lokasi wisata dan pembuatan plot pedagang ikan bakar. Pembukaan wisata baru tersebut, karena sejak wisata Kedungombo ditutup, banyak warga yang kehilangan pekerjaannya.

”Pembukaan wisata baru ini, merupakan angin segar bagi warga. Mereka akan bisa berjualan ikan lagi,” ujarnya.

Dijelaskan, wisata baru tersebut akan dikelola oleh LMDH bersama BUMDes Desa Rambat. Rencananya di tahun 2019 desa akan mengucurkan dana sebesar Rp 50 juta untuk pengembangan wisata. Anggaran tersebut akan ditambah lagi tahun 2020 .

”Wisata ini akan mengandalkan pemandangan air, rintisan wisata alam dan kuliner Wonosari Kedungombo ini akan menyajikan kuliner ikan bakar khas Kedungombo, area bermain anak dan bumi perkemahan,” tandasnya. 

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia