Kamis, 19 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Belasan Makam Situs Kuno Ditemukan di Bekas Timbunan Material

Berada di Belakang Masjid Baitul Makmur

02 April 2019, 14: 44: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

UNGKAP SEJARAH:  Tokoh agama Grobogan Ahmad Sambung Khoironi menunjukkan makam situs kuno yang ditemukan belakang Masjid Baitul Makmur Purwodadi kemarin.

UNGKAP SEJARAH:  Tokoh agama Grobogan Ahmad Sambung Khoironi menunjukkan makam situs kuno yang ditemukan belakang Masjid Baitul Makmur Purwodadi kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI – Belasan Makam Situs Kuno ditemukan di belakang masjid Baitul Makmur Alun-alun Purwodadi. Dari pencarian, penelusuran, dan penggalian makam ada beberapa diantaranya yang usianya sudah ratusan tahun.

Makam-makam tersebut sebelum terkubur tanah dengan kedalaman satu meter. Setelah dicari keberadaanya ditemukan beberapa makam. Mulai makam sejak abad 6 hingga abad 16 Masehi. Bentuk makam masih asli berupa nisan bentuk kotak dari batu berwarna kuning. Batu tersebut dipahat sedemikian rupa sehingga membentuk kijing makam.

Ahmad Sambung Khoironi, tokoh agama Grobogan mengatakan, pencarian makam berawal dari perintah dari Habib Luthfi bin Yahya, Pekalongan. Dirinya mendapatkan amanat tersebut, kemudian melakukan penggalian informasi tentang makam situs kuno dari para pendahulu dan pahlawan di Kabupaten Grobogan.

”Dari dulu makam memang sudah ada. Hanya, dari tokoh kita melupakan. Saya tanya ke pak Bambang Pudjiono mantan bupati Grobogan tidak tahu dan tanya ke Kiai Mustain Dofir dia menjawab ada Kiai Suhadak meninggal saat zaman PKI,” kata Ahmad Sambung Khoiron saat meninjau makam situs kuno.

Makam yang berada di belakang masjid terlihat kosong dan hanya beberapa saja. Tempat tersebut sebelumnya diperuntukan untuk menumpuk material sisa bangunan. Setelah mendapatkan informasi, tim dari Ahmad Sambung Khoironi bersama pengurus Masjid Baitul Makmur melakukan pembongkaran gunungan tanah itu.

”Setelah kita bersihkan, ternyata ada banyak makam. Yang sangat luar biasa. Jadi kita membuka makam. Itu mengetahui kembali bagaimana sebenarnya makam yang ada di Kabupaten Grobogan. Disitu kita mengetahui, salah satunya makam situs yang bermarga Ba’abud yang kita temukan,” ujarnya.

Dari hasil temuan tersebut dilakukan konsultasi kepada sejarawan dan arkeologi benda kuno, Profesor Agus.Bangunan makam tersebut dari marga Ba’abud. Bangunan tersebut diperkirakan dari abad 9 Masehi.

”Bangunan makam masih utuh dan asli. Terbuat dari Batu Maros berwarna kuning dengan ornamen aslinya nisan kotak dan ada batu nisan dua,” terang dia.

Selain itu, ada temuan makam lainnya yang tertulis nama Raden Bagus R.B Prawiro Widjojo, lahir 1800 M dan meninggal 1861 M. Diketahui bahwa makam itu, adalah kaluarga Ronggo saudara Pangeran Diponegoro. Temuan situs lainya ditemukan ada makam Pangeran Wijil pada masa Pangeran Puger.

”Kami juga menemukan makam dengan batu nisan bulat dan pipih motif bunga. Dari ahli sejarah, makam itu sekitar abad 6. Untuk namanya saya belum tahu, menunggu Habib Lutfi besok pagi (hari ini Red),” terang dia.

Dia menambahkan, selain ditemukan adanya makam situs kuno, juga ada tiga makam pahlawan yang dibunuh PKI pada tahun 1965. Ketiganya dimakamkan berdampingan. Terdiri dari Machmoed, Dr Sjamsoe, dan Soejoto. Mereka meninggal saat gerakan G 30 S PKI.

”Dari keluarga sudah membenarkan itu adalah makam keluarganya. Anaknya sudah datang dan melihat secara langsung,” kata Zainal Arifin, petugas dari Kemenag Grobogan.

Ahmad Sambung Khoironi menambahkan, hasil temuan makam situs kuno yang merupakan pendahulu dan pahlawan bangsa Indonesia harus dilestarikan dan dijaga bersama. Sebagai upaya untuk menguri-nguri sejarah bangsa agar selalu ingat leluhur.

”Hasil temuan diharapkan bisa menjadi perhatian pemerintah daerah dan yang lainnya, untuk bisa merawat kembali serta sejarah yang ada di Kabupaten Grobogan,” tandasnya. 

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia