alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Mnemonik dalam Trigonometri

02 April 2019, 14: 27: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

Puji Astuti, S.Pd.; Guru Matematika SMK Negeri 1 Purwodadi

Puji Astuti, S.Pd.; Guru Matematika SMK Negeri 1 Purwodadi (dok pribadi)

Share this      

PERNAH mendengar ungkapan ‘Pipolondo’? Ya, bagi  sebagian warga mungkin asing. Namun sebagian lagi mungkin sudah tidak asing mendengar kata tersebut. Kata ‘Pipolondo’ digunakan untuk mengajarkan operasi aljabar dalam matematika, singkatan dari ping untuk perkalian, poro untuk pembagian, lon atau lan untuk penjumlahan, dan do atau sudo untuk pembagian. Hal ini bermakna bahwa dalam operasi hitung matematika, perkalian dan pembagian sebelum penjumlahan dan pengurangan.

Teknik membuat singkatan atau mengambil beberapa huruf dari kata kemudian dirangkai menjadi suatu kalimat yang lebih menarik merupakan bagian dari Teknik Mnemonic. Istilah ini dalam kehidupan sehari-hari biasa disebut dengan ungkapan jembatan keledai.

Yeni Ikawati (2017: 98) dalam bukunya yang berjudul “Membaca Secepat Kilat, Mengingat Setajam Pedang” mengungkapkan bahwa Mnemonic atau Mnemonik adalah strategi mengingat yang mengaitkan informasi dengan erat kepada imajinasi dan penggambaran. Strategi ini membantu mengingat dengan menggunakan segala bentuk visualisasi seperti gambar konkrit, bagan, diagram, media realia, atau bahkan imajinasi. Teknik ini erat kaitannya dengan ingatan.

Dalam proses pembelajaran, peran memori sangat penting. Instruksi dalam strategi mnemonik mengacu pada strategi belajar untuk mengingat materi dalam memori. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pembelajaran tidak semua peserta didik mampu memahami materi. Sebagian lebih menyukai menghafal daripada memahami, sehingga teknik ini cocok untuk peserta didik yang senang dengan hafalan, bukan pemahaman. Meski mempunyai kelemahan, menghafal dengan mnemonik membantu guru menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

Cara menghafal menggunakan mnemonik mempunyai beberapa teknik, diantaranya menggunakan akronim dan akrostik. Akronim merupakan hal umum yang sudah diterapkan di sekitar kita, misalnya akronim SIM sebagai kepanjangan dari Surat Izin Mengemudi (SIM), Jabotabek sebagai kepanjangan dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan lain-lain.

Teknik yang ke dua adalah akrostik, teknik  ini mengambil beberapa huruf pertama dalam kata kemudian dirangkai menjadi untaian kata-kata yang menarik. Asmarani (2013) menerangkan bahwa teknik akrostik sering disebut sebagai metode kalimat (https://lib.unnes.ac.id/18880/1/3101407003.pdf).

Misalnya semboyan Grobogan Bersemi, ini merupakan gabungan dari kata Bersih, Sehat, Mantap, dan Indah. Dalam pelajaran Kimia, menghafal nama-nama unsur kimia dalam tabel periodik akan lebih mudah jika dibuat kalimat, misalnya untuk golongan IIA kita susun menjadi ”Bemo Mogok Cari Serep Ban Radial”, merupakan singkatan dari unsur Be, Mg, Cr, Sr, Ba, dan Ra.

Mnemonik dalam matematika dapat diterapkan dalam menyampaikan materi Trigonometri. Sebagian peserta didik khususnya kelas yang diampu penulis selaku guru di SMKN 1 Purwodadi mengalami kesulitan untuk memahami materi dan mengingat rumus-rumus yang digunakan. Oleh karena itu penulis menerapkan teknik mnemonik untuk membantu memudahkan peserta didik dalam mengingat rumus-rumus trigonometri. Misalnya membuat ungkapan untuk menghafal rumus perbandingan trigonometri dengan  ‘sindemi cosami tandes’, yang berarti rumus sinus adalah sisi depan dibagi sisi miring. Rumus cosinus adalah sisi samping dibagi sisi miring, dan rumus tangen adalah sisi depan dibagi sisi samping.

Dalam menentukan relasi sudut-sudut dalam trigonometri dibagi dalam 4 kuadran. Guru dapat menggunakan kalimat “Semua Sindikat Tangan Kosong”, yang berarti semua perbandingan trigonometri di Kuadran I bernilai positif, di kuadran II yang bernilai positif adalah Sinus dan Cosecan, di kuadran III Tangen dan Cotangen, di Kuadran IV Cosinus, dan Secan.  Rumus jumlah dan selisih dua sudut juga dapat disusun menjadi ungkapan yang menarik agar lebih mudah diingat.

Mnemonik dapat disusun oleh guru, atau peserta didik sebagai tugas proyek. Apabila disusun oleh peserta didik, dapat menguji kreativitas dan meningkatkan antusias dalam belajar. Dengan mnemonik, peserta didik mendapat lebih banyak kesempatan untuk berimajinasi dan berasosiasi, serta membantu mengoptimalkan daya ingat. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia